Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, umat Islam dianjurkan menyambut waktu berbuka dengan memperbanyak doa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Membaca doa saat berbuka menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, waktu berbuka juga termasuk momen yang mustajab untuk memanjatkan berbagai permohonan kepada Allah SWT.
Terdapat beberapa lafaz doa berbuka puasa yang diriwayatkan dalam hadis dan diamalkan umat Islam. Berikut bacaan doa buka puasa Asyura dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, lengkap dengan sunah-sunah berbuka serta keutamaan puasa Asyura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Buka Puasa Asyura
Saat waktu berbuka puasa Asyura tiba, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT. Terdapat beberapa lafaz doa berbuka puasa yang diriwayatkan dalam hadis Rasulullah SAW dan umum diamalkan kaum muslimin.
Melansir detikHikmah, mengacu pada kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang telah diterjemahkan Ulin Nuha, terdapat salah satu bacaan doa berbuka puasa yang dapat dibaca setelah menyelesaikan puasa Asyura. Berikut lafaz doa tersebut beserta artinya.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah
Artinya: Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaallah.
Sunah-sunah Saat Berbuka Puasa Asyura
Agar ibadah puasa Asyura semakin sempurna dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, terdapat beberapa sunah yang dianjurkan untuk diamalkan saat waktu berbuka tiba. Berikut di antaranya.
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Ketika matahari telah terbenam dan azan Magrib berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka dan tidak menunda-nundanya.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kebiasaan menyegerakan berbuka merupakan salah satu tanda kebaikan umat Islam.
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka". (HR Bukhari dan Muslim)
2. Membaca Doa Saat Berbuka
Waktu berbuka merupakan momen yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Selain mengucapkan doa berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam juga dapat memanjatkan berbagai permohonan kebaikan kepada Allah SWT.
"Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak". (HR Ibnu Majah)
3. Berbuka dengan Kurma
Salah satu sunah yang sering dilakukan Rasulullah SAW adalah berbuka dengan kurma.
Kurma menjadi makanan yang dianjurkan untuk mengawali berbuka karena praktis, bernilai gizi, dan mengikuti kebiasaan Nabi.
"Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah sebelum salat..." (HR Abu Dawud)
4. Berbuka dengan Air Putih Jika Tidak Ada Kurma
Apabila tidak tersedia kurma, Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan air putih. Air dapat membantu menghilangkan dahaga dan mempersiapkan tubuh menerima makanan setelah seharian berpuasa.
"...Jika tidak ada, ia berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada, ia berbuka dengan beberapa teguk air." (HR Abu Dawud)
5. Tidak Berlebihan dalam Makan dan Minum
Meski rasa lapar dan haus telah dirasakan sepanjang hari, Islam mengajarkan agar berbuka dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Sikap sederhana saat makan dan minum merupakan bagian dari adab yang dianjurkan dalam ibadah puasa.
Dengan mengamalkan sunnah-sunnah tersebut, puasa Asyura tidak hanya menjadi ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana meneladani kebiasaan Rasulullah SAW dalam berbuka puasa.
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura merupakan ibadah sunah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menyebutkan orang yang berpuasa pada 10 Muharram akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim berikut.
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu Nabi SAW menjawab: "Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat". (HR Muslim)
Hadis ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan. Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
(irb/dpe)
