Dires PPA-PPO Polda Jatim Kombes Ganis Raih Gelar Doktor

Dires PPA-PPO Polda Jatim Kombes Ganis Raih Gelar Doktor

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 22:10 WIB
Kombespol Ganis Setyaningrum
Kombes Ganis Setyaningrum raih gelar doktor dari Unair (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Direktur Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Timur, Kombespol Ganis Setyaningrum resmi meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga (Unair). Disertasinya membahas terkait organisasi kepolisian.

Gelar doktor diraih Ganis setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Ujian Doktor Terbuka Program Studi S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Unair. Perwira menengah Polri tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran strategis polisi wanita (Polwan) dalam mendorong transformasi dan peningkatan kinerja institusi kepolisian.

Disertasi berjudul "Anteseden Kemampuan Berubah Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Kepolisian: Studi Multilevel dalam Perspektif Kepemimpinan Polisi Wanita". Di dalamnya mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan organisasi kepolisian beradaptasi terhadap perubahan dengan menempatkan kepemimpinan Polwan sebagai salah satu elemen penting.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ganis menjelaskan bahwa perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat menuntut institusi kepolisian untuk terus bertransformasi. Menurutnya, kemampuan organisasi untuk berubah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kinerja internal kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah sidang terbuka hari ini berjalan lancar. Banyak pertanyaan yang muncul dari para promotor, penyanggah, maupun akademisi yang hadir terkait bagaimana peran Polwan dan kontribusi yang dapat diberikan kepada institusi kepolisian saat ini. Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa Polwan memiliki peran penting dalam mendukung perubahan organisasi dan peningkatan kinerja kepolsidang" kata Ganis, Kamis (25/6/2026).

Penelitiannya juga menyorot pentingnya kepemimpinan transformasional yang mampu mendorong anggota organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Baginya, kemampuan itu menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi tantangan kepolisian modern.

"Ke depan kami ingin menularkan semangat peningkatan kompetensi kepada rekan-rekan Polwan lainnya. Kompetensi harus terus ditingkatkan, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun pelatihan-pelatihan yang mendukung pelaksanaan tugas. Semua itu dilakukan agar kita dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing," jelasnya.

Ganis mengatakan, salah satu fokus yang akan terus diperkuat adalah peningkatan kapasitas Polwan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Hal tersebut dinilai sejalan dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial.

Di hadapan peserta sidang dan tamu undangan yang hadir, Ganis menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi setiap anggota Polri. Di mana kesempatan yang kini diberikan kepada Polwan untuk berkembang dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi harus dimanfaatkan secara optimal.

Dires PPA-PPO ini memiliki latar belakang pendidikan sarjana kimia dan pernah menjadi mahasiswa penerima beasiswa dari institusi kepolisian. Setelah menempuh pendidikan di bidang sains, ia kemudian memperluas wawasan dengan mempelajari hukum hingga akhirnya memilih program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Unair.

"Bagi saya, di mana pun tempatnya adalah kelas dan setiap orang bisa menjadi guru. Karena itu saya ingin mempelajari bidang-bidang lain agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri," urainha.

Meski berhasil menyelesaikan studi dengan hasil membanggakan, perjalanan menuju gelar doktor tidaklah mudah. Ganis mengaku harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesibukan tugas kedinasan hingga beberapa kali perpindahan penugasan yang menuntut konsentrasi tinggi. Namun dengan manajemen waktu yang baik serta dukungan keluarga, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui.

"Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Ada masa-masa ketika saya harus berpindah tugas dan menghadapi tanggung jawab yang membutuhkan konsentrasi penuh. Namun saya berusaha menjalani semuanya dengan baik tanpa mengabaikan prioritas yang harus diselesaikan," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads