Gunung-gunung di Mojokerto yang Pemandangannya Tidak Kalah Ciamik

Gunung-gunung di Mojokerto yang Pemandangannya Tidak Kalah Ciamik

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 27 Jun 2026 09:00 WIB
Potret lahan pertanian di Kutorejo, Mojokerto dengan latar belakang Gunung Penanggungan
Potret lahan pertanian di Kutorejo, Mojokerto dengan latar belakang Gunung Penanggungan. Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Kawasan Kabupaten Mojokerto selama ini lebih dikenal lewat wisata sejarah peninggalan Majapahit. Namun, faktanya daerah ini juga menyimpan deretan gunung dengan panorama yang tidak kalah memukau dibanding destinasi pendakian populer di Jawa Timur.

Mulai dari gunung yang ramah untuk pendaki pemula hingga jalur yang menantang, setiap puncaknya menawarkan karakter dan lanskap yang berbeda. Menariknya lagi, tidak semua gunung di Mojokerto bisa didaki.

Ada yang dibuka sebagai destinasi pendakian, ada pula yang justru ditutup demi menjaga ekosistem alami. Supaya tidak salah memilih tujuan, berikut daftar gunung di Mojokerto lengkap dengan daya tarik, tingkat kesulitan, serta panorama yang bisa dinikmati di masing-masing lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung-gunung di Mojokerto

Mojokerto memiliki bentang alam yang didominasi kawasan pegunungan di wilayah selatan, meliputi Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, hingga Jatirejo. Kondisi tanah vulkaniknya yang subur menjadikan kawasan ini dipenuhi hutan, lembah, air terjun, serta gugusan gunung yang menjadi favorit wisatawan maupun pendaki.

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 11 gunung dan perbukitan yang tersebar di wilayah Mojokerto. Sebagian merupakan gunung berdiri sendiri, sementara lainnya menjadi bagian dari gugusan pegunungan besar seperti Arjuno-Welirang dan Pegunungan Anjasmoro.

ADVERTISEMENT

Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, sejumlah gunung di Mojokerto juga memiliki nilai sejarah karena menyimpan peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Berikut beberapa gunung di Mojokerto yang terkenal memiliki pemandangan indah.

1. Gunung Penanggungan (1.653 mdpl)

Gunung Penanggungan merupakan salah satu gunung paling ikonik di Mojokerto. Gunung berapi yang sudah tidak aktif ini memiliki ketinggian sekitar 1.653 mdpl dan sering dijuluki sebagai "miniatur Semeru" karena bentuknya yang menyerupai kerucut sempurna.

Gunung Penanggungan MojokertoGunung Penanggungan Mojokerto Foto: Gunung Penanggungan Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)

Selain menjadi favorit pendaki pemula berkat jalurnya yang relatif bersahabat, Gunung Penanggungan juga menawarkan panorama luas dari puncaknya. Saat cuaca cerah, pendaki dapat menikmati hamparan wilayah Mojokerto, Pasuruan, hingga melihat beberapa gunung lain di sekitarnya.

Daya tarik lainnya adalah nilai sejarah yang sangat kuat. Lereng Gunung Penanggungan dipenuhi berbagai peninggalan arkeologi berupa candi, petirtaan, arca, hingga situs pemujaan yang berasal dari masa Kerajaan Majapahit.

Hal inilah yang membuat Penanggungan tidak hanya menarik bagi pendaki, tetapi juga peneliti sejarah dan budaya. Gunung Penanggungan memiliki beberapa jalur pendakian resmi dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 2-4 jam menuju puncak.

Jalur Tamiajeng menjadi rute paling populer karena fasilitas lengkap dan cocok untuk pemula. Ada jalur Jolotundo yang terkenal dengan situs petirtaannya, jalur Kedungudi yang melewati banyak peninggalan candi, serta jalur Genting dan Telogo Ngoro yang menawarkan tantangan lebih bagi pendaki berpengalaman.

2. Gunung Arjuno-Welirang (3.339 mdpl)

Kompleks Gunung Arjuno-Welirang merupakan salah satu kawasan pegunungan terbesar di Jawa Timur, yang sebagian wilayahnya berada di Kabupaten Mojokerto, khususnya melalui kawasan Pacet dan Trawas.

Mengutip informasi dari Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru, sekaligus gunung tertinggi keempat di Pulau Jawa.

Pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Pasuruan.Gunung Arjuno-Welirang via Pasuruan. (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)

Gunung Arjuno berdampingan dengan Gunung Welirang, Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II dalam satu kompleks pegunungan yang dikenal sebagai Arjuno-Welirang. Di beberapa titik kawasan ini masih ditemukan aktivitas fumarol dan endapan belerang, terutama di sekitar puncak Welirang.

Bagi pendaki, kawasan ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih menantang dibanding Gunung Penanggungan. Selain ketinggiannya yang mencapai lebih dari 3.000 mdpl, jalur pendakiannya melewati hutan pegunungan, padang rumput, hingga kawasan vulkanik aktif.

Di kawasan lerengnya juga terdapat sejumlah destinasi wisata populer seperti Air Terjun Kakek Bodo, kawasan wisata Tretes, Kota Wisata Batu, hingga Taman Safari Indonesia II. Sementara itu, salah satu mata air Sungai Brantas juga berasal dari kawasan Gunung Arjuno.

Pendakian menuju kompleks Arjuno-Welirang dapat dilakukan melalui beberapa jalur resmi, di antaranya via Tretes, Lawang, Batu-Selecta, Karangploso, Sumberawan, hingga Purwosari.

3. Gunung Anjasmoro (2.372 mdpl)

Gunung Anjasmoro merupakan bagian dari gugusan Pegunungan Anjasmoro yang membentang di wilayah Mojokerto, Jombang, dan Malang dengan titik tertinggi mencapai sekitar 2.372 mdpl.

Bukit Watu Jengger.Bukit Watu Jengger. Dari lokasi ini pengunjung bisa melihat gugusan gunung anjasmoro (Foto: UPT Tahura Raden Soerjo Dishut Jatimprov)

Berbeda dengan gunung populer lainnya di Mojokerto, kawasan Anjasmoro justru masih sangat alami karena aktivitas pendakian tidak dibuka untuk umum. Kawasan ini memiliki ekosistem hutan hujan tropis yang masih terjaga.

Tentunya lengkap dengan sungai berair jernih, beragam flora-fauna, serta sejumlah air terjun yang tersebar di sekitarnya, termasuk Air Terjun Dlundung yang menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Mojokerto.

Pegunungan Anjasmoro sendiri terdiri dari puluhan puncak yang tersebar di tiga wilayah administratif. Beberapa di antaranya adalah Top Anjasmoro di Kota Batu, Puncak Kukusan di Mojokerto, serta Puncak Cemorosewu di Jombang.

Meski memiliki panorama memikat, Tahura Raden Soerjo hingga kini tidak membuka jalur pendakian resmi menuju Gunung Anjasmoro. Penutupan dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem, melindungi flora dan fauna di kawasan tersebut, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan karena medannya yang curam dan terjal.

4. Gunung Puthuk Siwur (1.429 mdpl)

Gunung Puthuk Siwur termasuk bagian dari kawasan Pegunungan Anjasmoro dengan ketinggian sekitar 1.429 mdpl. Gunung ini cukup populer sebagai pilihan pendakian singkat karena memiliki jalur yang relatif bersahabat namun tetap menyuguhkan panorama pegunungan yang indah.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati hutan pinus, lembah hijau, aliran sungai kecil, hingga area padang sabana menjelang puncak. Perubahan vegetasi inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Puthuk Siwur.

Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Pacet juga membuat akses menuju gunung ini cukup mudah. Area puncaknya yang lapang sering dimanfaatkan pendaki untuk berkemah sambil menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

5. Gunung Pundak (1.585 mdpl)

Gunung Pundak menjadi salah satu gunung yang paling direkomendasikan bagi pendaki pemula. Berdasarkan informasi dari Tahura Raden Soerjo, gunung dengan ketinggian 1.585 mdpl ini dapat dicapai hanya dalam waktu sekitar dua jam melalui jalur pendakian resmi di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Gunung PundakGunung Pundak (Foto: detik)

Karakter medannya relatif landai sehingga cocok untuk pendakian santai di akhir pekan. Jalur menuju puncak melewati hutan hijau, rumpun bambu, serta dua sumber mata air alami yang kerap dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat dan mengisi ulang persediaan air.

Menjelang puncak, pendaki akan disambut hamparan padang sabana yang luas dengan panorama pegunungan di sekelilingnya. Saat cuaca cerah, pemandangan Gunung Penanggungan, Gunung Welirang, Gunung Arjuno, hingga gugusan Pegunungan Anjasmoro dapat terlihat jelas dari area puncak.

Karena waktu tempuhnya yang singkat namun panorama yang ditawarkan sangat memuaskan, Gunung Pundak menjadi salah satu destinasi favorit bagi pendaki yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus melakukan pendakian berhari-hari.

Itulah beberapa gunung di Mojokerto yang menawarkan panorama alam tidak kalah ciamik dibanding destinasi pendakian populer lainnya di Jawa Timur.

Mulai dari Gunung Penanggungan yang kaya akan situs sejarah, kompleks Arjuno-Welirang dengan lanskap pegunungan megah, hingga Gunung Pundak yang ramah bagi pendaki pemula, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri.

Sebelum berangkat, pastikan selalu mengecek status buka-tutup jalur pendakian, kondisi cuaca, serta mematuhi seluruh aturan pengelola kawasan.

Dengan persiapan yang matang dan sikap bertanggung jawab selama berada di alam, pengalaman menikmati keindahan gunung-gunung di Mojokerto akan terasa lebih aman sekaligus berkesan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads