Viral di media sosial pelajar SD dan SMP di Kota Batu dinyatakan tidak lolos dalam pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kabar ini seketika viral dan memicu gelombang amarah warganet di media sosial.
Kabar tersebut ramai menjadi buah bibir setelah akun Instagram @olimpiadefolk mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa kegagalan massal ini diduga terjadi akibat adanya kelalaian administratif dari pihak instansi terkait yang lupa mengunggah berkas pendaftaran.
"Sebuah berita yang benar-benar memilukan- kelalaian administratif yang sangat fatal dari dinas terkait di Kota Batu telah menyebabkan seluruh pelajar SD dan SMP di kota tersebut gagal mengikuti OSN tahun ini. Alasan di balik bencana ini adalah kegagalan untuk mengunggah berkas-berkas pendaftaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayangkan kekecewaan ribuan siswa berbakat, guru, dan orang tua mereka yang telah bekerja keras mempersiapakan diri untuk momen ini. Ini bukan hanya tentang statistik. Ini tentang kesempatan yang hilang bagi masa depan anak-anak kita.
Ini adalah panggilan mendesak untuk akuntabilitas. Birokrasi harus mendukung, bukan menghambat, potensi anak bangsa.
Kami berdiri bersama siswa Kota Batu," tulis keterangan dalam postingan akun tersebut dikutip detikJatim, Minggu (28/6/2026).
Unggahan mengenai nasib para siswa berprestasi di Kota Batu ini langsung diserbu ratusan komentar. Mereka meluapkan kekecewaan mendalam atas insiden yang dinilai merugikan masa depan anak didik tersebut.
"Ini gila sih.. siapa yg mau tanggungjawab?? Semoga anak2 pintar ini tetap semabgat yah.. mending nabung lomba inter aja deh," tulis salah satu komentar akun @vic****.
Isu mengenai penolakan agenda gladi bersih sebelum kompetisi juga ikut dikuliti oleh warganet.
Keluhan datang dari akun @bilqisfnabi*** yang mempertanyakan prosedur ketat yang dilewatkan begitu saja.
"Dalam prosesnya, Kota Batu tidak berkenan mengadakan gladi bersih. Banyak sekolah sudah meminta dan mencoba berkomunikasi untuk pengadaan gladi bersih... Tolong tanggung jawabnya," protesnya.
(auh/abq)
