- Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Maknanya
- Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 2026 Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026
- Niat Puasa Ayyamul Bidh
- Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
- Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh 1. Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh 2. Membantu Membersihkan Hati 3. Menjadi Amalan Sunah yang Sangat Dianjurkan 4. Dianjurkan Dilaksanakan pada 13, 14, dan 15 Hijriah 5. Menjadi Amalan yang Diwasiatkan Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam karena memiliki keutamaan besar. Ibadah ini dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15, saat kondisi bulan berada dalam fase purnama atau tampak terang di malam hari.
Namun, banyak yang masih bingung menentukan kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh jika dikonversikan ke kalender Masehi. Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia juga membuat tanggal pelaksanaannya bisa berbeda. Lantas, kapan puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 dilaksanakan dan bagaimana bacaan niatnya?
Baca juga: Niat Sholat Tahajud Lengkap dengan Doanya |
Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Maknanya
Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti "hari-hari putih". Istilah tersebut merujuk pada tiga hari dalam kalender Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, ketika bulan sedang berada dalam fase purnama, sehingga malam terlihat lebih terang karena cahaya bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ulama menjelaskan penyebutan "hari putih" berkaitan dengan kondisi malam yang diterangi cahaya bulan. Secara makna, ibadah ini juga sering dikaitkan dengan harapan agar seorang muslim dapat membersihkan diri, memperbaiki hati, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunah muakkadah, yaitu amalan sunah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW diketahui rutin mengerjakannya dan menganjurkan para sahabat untuk menjaga kebiasaan tersebut.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 2026
Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 bertepatan dengan bulan Muharram dan Safar 1448 Hijriah. Karena kalender Hijriah ditentukan berdasarkan peredaran bulan, terdapat kemungkinan perbedaan tanggal antara satu metode penetapan dengan lainnya.
Di Indonesia, perbedaan penentuan awal Muharram 1448 Hijriah membuat jadwal puasa Ayyamul Bidh memiliki dua versi, yaitu versi pemerintah dan Muhammadiyah, serta versi Nahdlatul Ulama (NU).
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026
Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Maka, jadwal puasa Ayyamul Bidh Muharram 1448 Hijriah dan Safar 1448 Hijriah versi pemerintah dan Muhammadiyah sebagai berikut.
Muharram 1448 Hijriah
- 13 Muharram 1448 Hijriah: Minggu 28 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 Hijriah: Senin 29 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 Hijriah: Selasa 30 Juni 2026
Safar 1448 Hijriah
- 13 Safar 1448 Hijriah: Senin 27 Juli 2026
- 14 Safar 1448 Hijriah: Selasa 28 Juli 2026
- 15 Safar 1448 Hijriah: Rabu 29 Juli 2026
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 17 Juni 2026. Dengan perhitungan tersebut, jadwal Ayyamul Bidh Muharram 1448 Hijriah dan Safar 1448 Hijriah sebagai berikut.
Muharram 1448 Hijriah
- 13 Muharram 1448 Hijriah: Senin 29 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 Hijriah: Selasa 30 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 Hijriah: Rabu 1 Juli 2026
Safar 1448 Hijriah
- 13 Safar 1448 Hijriah: Selasa 28 Juli 2026
- 14 Safar 1448 Hijriah: Rabu 29 Juli 2026
- 15 Safar 1448 Hijriah: Kamis 30 Juli 2026
Perbedaan jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Meski begitu, tujuan ibadahnya tetap sama, yakni menjalankan sunah Rasulullah SAW.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Salah satu hal yang perlu diketahui sebelum menjalankan puasa sunah ini adalah bacaan niatnya. Berbeda dengan puasa wajib Ramadan yang harus berniat sejak malam hari, puasa sunah memiliki kelonggaran.
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari maupun pada pagi hari selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Berikut bacaan lengkap Arab, Latin, dan terjemahan niat puasa Ayyamul Bidh.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena Allah Ta'ala.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Pada dasarnya, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa sunah lainnya. Seorang muslim yang berpuasa mulai menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Beberapa amalan yang dianjurkan selama menjalankan puasa antara lain sebagai berikut.
- Makan sahur sebelum waktu Subuh
- Memperbanyak doa dan zikir
- Menjaga ucapan serta perilaku
- Memperbanyak amal kebaikan
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa Ayyamul Bidh juga menjanjikan pahala yang besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. Berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang perlu diketahui.
1. Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh
Salah satu keutamaan terbesar puasa Ayyamul Bidh adalah ganjaran yang setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan secara rutin. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya: Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun. (HR Bukhari nomor 1979)
Perhitungannya berasal dari konsep bahwa setiap amal kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat. Puasa tiga hari berarti seperti mendapatkan pahala puasa selama 30 hari.
2. Membantu Membersihkan Hati
Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi latihan spiritual untuk mengendalikan diri. Dalam sebuah hadis disebutkan:
صوم شهر الصبر وثلاثة أيام من كلِّ شهر : يُذهبنَ وحَرَ الصدر
Artinya: Berpuasa pada bulan sabar (Ramadan) dan tiga hari setiap bulan dapat menghilangkan penyakit yang ada di dada. (HR Ahmad nomor 23070 dan Al-Bazzar nomor 1057)
3. Menjadi Amalan Sunah yang Sangat Dianjurkan
Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunah yang rutin diamalkan Rasulullah SAW sehingga para ulama memasukkannya sebagai sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah). Hal ini didasarkan pada sejumlah hadis mengenai anjuran berpuasa tiga hari setiap bulan.
4. Dianjurkan Dilaksanakan pada 13, 14, dan 15 Hijriah
Selain menjanjikan pahala besar, Rasulullah SAW menjelaskan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa sunah tiga hari setiap bulan, yakni pada pertengahan bulan Hijriah atau dikenal Ayyamul Bidh. Anjuran tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut.
"Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas". (HR Sunan at-Tirmidzi, dinilai hasan)
5. Menjadi Amalan yang Diwasiatkan Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh juga memiliki keutamaan karena termasuk amalan yang diwasiatkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat. Salah satunya adalah wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Abu Hurairah RA agar senantiasa menjaga tiga amalan sunah berikut.
"Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga perkara, berpuasa tiga hari setiap bulan, salat Duha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur". (HR Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Bagi umat Islam yang ingin menjaga rutinitas ibadah sunah, puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar. Simpan informasi jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 agar tidak terlewat dan bisa menjadi pengingat untuk memperbanyak amal kebaikan setiap bulan.
(irb/hil)
