Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pembangunan flyover di Bundaran Taman Pelangi segera dimulai. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli atau Agustus 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksanaan proyek masih menunggu arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Harusnya di bulan Juli, mulainya. Ya (antara) Juli (atau) Agustus," kata Eri kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Eri menegaskan kepastian pelaksanaan proyek masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
"Nanti nunggu ya, kabarnya pemerintah pusat ya," ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menyerahkan desain flyover kepada Kementerian PU. Rencananya, konstruksi flyover akan mengadopsi model seperti Flyover Aloha di Sidoarjo.
Menurut Eri, Bundaran Taman Pelangi menjadi salah satu titik kemacetan paling krusial di Surabaya karena terdapat perlintasan kereta api. Kawasan tersebut juga menjadi jalur utama kendaraan dari Jalan Ahmad Yani menuju Rungkut maupun Sidoarjo, serta sebaliknya.
"Karena itulah dikurangi (kemacetan dengan flyover), karena ada perhitungan Dishub itu (bundaran Taman Pelangi) titik yang paling krusial atau titik yang paling padat. Maka kita potong lah di titik itu sambil nanti kita melihat titik yang lain," jelasnya.
Eri menambahkan, keberadaan perlintasan kereta api menjadi salah satu penyebab utama kemacetan sehingga pembangunan flyover dinilai sebagai solusi yang paling tepat.
"Karena satu membahayakan, kedua juga pasti akan mempengaruhi alus lalu lintas. Karena itulah kita nanti akan bertahap setelah taman pelangi. Kita akan ke titik-titik lainnya yang memang crowded itu kita buatkan overpass (flyover) atau underpass nanti," katanya.
Ia optimistis flyover tersebut akan mengurangi kemacetan karena kendaraan dapat melintas tanpa harus berhenti di lampu lalu lintas.
"Jadi langsung dari arah dari arah Ahmad Yani ya langsung munggah turunnya langsung di arah Jemur atau begitu sebaliknya. Ya opo carane? Ya koyok Aloha (flyover Sidoarjo), gak macet yo karena ada perputaran yang ada di atas sana, tidak ada traffic. Kalau ada traffic pasti ada kemacetan yang panjang," pungkasnya.
Diketahui, pembangunan flyover Bundaran Taman Pelangi direncanakan dimulai pada akhir triwulan II atau triwulan III 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp 400 miliar. Pengerjaan proyek akan dilakukan setelah kawasan kampung di tengah Jalan Ahmad Yani selesai dibebaskan dan diratakan.
(esw/hil)
