Bediding Sampai Kapan Landa Jatim? Ini Kata BMKG

Bediding Sampai Kapan Landa Jatim? Ini Kata BMKG

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 09:45 WIB
Ilustrasi bediding di Jawa Timur.
Ilustrasi bediding/Foto: Gemini AI. Ilustrasi bediding di Jawa Timur.
Surabaya -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena bediding akan terus berlangsung hingga September 2026 mendatang. Suhu dingin akan mencapai 15 derajat Celsius, bahkan lebih rendah di sejumlah kawasan.

Prakirawan BMKG Linda Fitrotul menuturkan, jika suhu dingin yang terjadi pada Juli hingga September merupakan fenomena yang normal setiap musim kemarau.

Kondisi tersebut dipicu oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fenomena suhu dingin pada Juli, Agustus hingga September merupakan hal yang wajar. Saat ini kita berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering," kata Linda saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Linda, minimnya tutupan awan juga memperkuat penurunan suhu. Pada siang hari permukaan bumi menyerap panas matahari secara maksimal.

Akan tetapi ketika malam tiba, panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer sehingga suhu udara turun cukup drastis. Fenomena itu tidak hanya dirasakan warga di Malang saja. Namun juga hampir menyeluruh wilayah Jawa Timur.

Linda menyebut, wilayah Malang yang memiliki karakteristik geografis yang membuat udara terasa lebih dingin dibanding daerah lain.

"Malang berada di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut, bahkan Kota Batu mencapai lebih dari 700 sampai 1.700 mdpl. Semakin tinggi elevasi suatu wilayah, maka suhunya juga semakin rendah," tuturnya.

BMKG juga mengungkap, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, yakni kondisi udara terasa sangat dingin saat musim kemarau akibat kombinasi udara kering, langit cerah, dan pelepasan panas bumi pada malam hari.

Berdasarkan prakiraan BMKG, udara dingin diperkirakan masih bertahan hingga September. Bahkan, Malang masuk dalam daftar wilayah dengan suhu terendah di Jawa Timur.

Untuk wilayah paling dingin, kawasan Bromo diprediksi mencapai suhu minimum sekitar 8,2 derajat Celsius, disusul wilayah Malang 12,4 derajat Celsius, Pasuruan 12,6 derajat Celsius, dan Trenggalek 14,7 derajat Celsius.

Sementara di kawasan perkotaan Malang, suhu pada malam hingga dini hari masih berpotensi berada di kisaran 15 derajat Celsius.

"Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama periode bediding. Masyarakat kami sarankan mengenakan pakaian hangat, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads