Kloter pamungkas jemaah haji Debarkasi Surabaya kloter 116 sudah tiba Rabu (1/7). Namun, masih ada jemaah yang tertinggal karena sakit dan dirawat di RS Arab Saudi.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rodisi Roslan mencatat ada sejumlah jemaah haji belum pulang karena sakit. Kemudian jemaah haji yang wafat di Tanah Suci terdapat 85 orang.
"Tercatat juga ada sekitar 16 orang masih dirawat di Arab Saudi," kata Rosidi kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (2/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 16 jemaah yang masih di Arab Saudi, tujuh di antaranya sakit saluran pernapasan, enam masalah jantung, dan masalah penyakit lainnya.
Selain di Arab Saudi, terdapat tiga jemaah haji yang dirawat di RS Haji Surabaya. Yakni warga Kupang (kloter 114), Bojonegoro (kloter 41), dan Nganjuk (kloter 113).
Selain itu, tercatat pula jumlah kematian jemaah haji Debarkasi Surabaya. Secara jumlah, menurun sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Total ada 85 jemaah haji yang wafat," ujarnya.
Rosidi menyebut, kebanyakan jemaah meninggal dunia karena kelelahan dan saluran pernapasan. Rata-rata usia jemaah yang meninggal dunia di atas 65 tahun atau lansia.
"Kebanyakan sakit saluran pernapasan, karena memang haji ibadah fisik habis Armuzna. Kemudian masalah kelelahan, itu memicu sakit-sakit yang sebelumnya enggak ada, muncul asmanya dan segala macam," pungkansya.
(auh/hil)
