Lansia Ditelantarkan Anak di Sidoarjo Nangis, Ngaku Belum Makan

Lansia Ditelantarkan Anak di Sidoarjo Nangis, Ngaku Belum Makan

Suparno - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 20:00 WIB
Lansia di Sidoarjo ditelantarkan anak hidup sebatang kara melawan stroke di kos-kosan.
Lansia di Sidoarjo ditelantarkan anak, hidup sebatang kara melawan stroke di kos-kosan. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Mustofa (71), lansia yang diduga ditelantarkan keluarganya di sebuah kamar kos di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo akhirnya dievakuasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo. Mustofa dievakuasi ke UPTD Liponsos Sidokare agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sidoarjo, Diana Ambarukmi mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi Mustofa yang hidup seorang diri di kamar kos.

"Informasi awal kami dapatkan dari siaran radio. Setelah itu tim langsung melakukan asesmen ke lokasi," kata Diana kepada detikJatim di UPTD Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat didatangi petugas, Mustofa tinggal seorang diri di sebuah kamar kos di wilayah Pasangan, Kecamatan Sukodono. Meski kondisi kamar terjaga kebersihannya, kehidupan sehari-harinya dinilai sangat memprihatinkan.

"Beliau tinggal sendirian. Kondisi kamarnya bersih, tetapi beliau memang sudah cukup lama terlantar. Laporan pertama yang kami terima sekitar 1 tahun lalu," katanya.

ADVERTISEMENT

Diana menjelaskan berdasarkan hasil asesmen Mustofa tidak lagi mendapat perhatian dari anak maupun menantunya. Bahkan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya disebut dibawa oleh pihak keluarga.

"Beliau tidak dirawat dan tidak dikunjungi anak maupun menantunya. KTP-nya juga dibawa oleh anaknya, kemudian sewa kos sudah menunggak sekitar lima bulan. Untuk makan sehari-hari mengandalkan bantuan tetangga dan warung di sekitar," jelasnya.

Petugas juga mendapati Mustofa dalam kondisi belum makan saat pertama kali dikunjungi. Dinsos pun memberikan makanan dan membantu menyuapinya sebelum proses evakuasi dilakukan.

"Beliau sempat menangis saat kami datang. Saat itu beliau juga belum makan, sehingga langsung kami berikan makanan dan kami bantu makan," ungkap Diana.

Selanjutnya, Mustofa dievakuasi menggunakan ambulans menuju UPTD Liponsos Sidokare Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan sosial. Selain itu, Dinsos akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk melakukan perekaman sidik jari dan menerbitkan kembali identitas kependudukan karena KTP miliknya tidak ada di tangannya.

"Beliau merupakan warga Masangan Wetan, sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Sosial. Kami juga akan melakukan pendataan sidik jari untuk proses pembuatan kembali identitas kependudukan," terangnya.

Dinsos juga berencana memanggil anak dan menantu Mustofa untuk dilakukan mediasi agar keluarga bersedia kembali bertanggung jawab terhadap orang tuanya.

"Kalau nanti keluarga benar-benar tidak bersedia merawat, kami akan meminta surat pernyataan resmi. Selanjutnya kebutuhan hidup, perawatan hingga pemakaman akan menjadi tanggung jawab lembaga sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Diana.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads