Atasi Genangan di Margomulyo, Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem

Atasi Genangan di Margomulyo, Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 21:30 WIB
Pembangunan bozem oleh Pemkot Surabaya.
Pembangunan bozem oleh Pemkot Surabaya. (Foto: Istimewa)
Suirabaya -

Pemkot Surabaya menyiapkan pembangunan mini bozem di kawasan exit Tol Margomulyo-Tandes. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengurangi genangan atau banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan Margomulyo.

Proyek itu menjadi bagian dari penanganan drainase yang dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah stakeholder.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, penanganan banjir atau genangan di kawasan Margomulyo tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Sebab, sebagian saluran berada di bawah kewenangan sejumlah instansi dan pengelola kawasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kita tidak bisa berjalan sendiri. Ada korelasi hubungan kolaboratif yang memang harus kita lakukan antara Pemerintah Kota Surabaya dengan instansi vertikal atau stakeholder," kata Adi, Jumat (3/7/2026).

Adi menjelaskan, pembangunan saluran di wilayah hulu tidak akan efektif jika saluran pembuangan di hilir tidak ikut ditangani.

ADVERTISEMENT

"Karena pada waktu kita menangani skalanya sifatnya saluran tersier tapi di hilirnya sebagai muara outlet enggak dirawat sama saja," jelasnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah genangan di bawah jalan tol kawasan Margomulyo. Untuk mengatasinya, Pemkot Surabaya telah memetakan sejumlah pekerjaan yang akan dikerjakan bersama PT Margabumi selaku operator jalan tol.

"Di kawasan Margomulyo itu memang ada genangan di bawahnya tol. Sudah kita petakan memang di situ kita harus kolaboratif dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol," katanya.

Selain bekerja sama dengan pengelola tol, Pemkot Surabaya juga menyiapkan intervensi pada 2026 berupa pembangunan konektivitas saluran di sisi kanan dan kiri kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan kapasitas rumah pompa.

Ia menambahkan, penanganan genangan juga membutuhkan dukungan dari pengelola kawasan industri dan pergudangan karena sebagian saluran berada dalam kewenangan mereka.

"Memang kita harus mengajak teman-teman dari kawasan industri pergudangan itu untuk penanganan mengenai genangan yang ada di kawasan sekitar yang mereka menjadi kewenangan mereka," katanya.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan sistem drainase kawasan Margomulyo nantinya akan diarahkan menuju Saluran Margomulyo Tengah yang terhubung dengan Rumah Pompa Balong II sebelum dialirkan ke laut.

"Kawasan Margomulyo ini nanti larinya di saluran Margomulyo Tengah yang akan ditarik di Rumah Pompa Balong II. Nah, Rumah Pompa Balong II nanti muaranya ke laut langsung," jelasnya.

Saat ini, konektivitas saluran menuju Rumah Pompa Balong II masih menjadi pekerjaan utama. Oleh marrna itu, Pemkot Surabaya akan membangun saluran baru beserta rumah pompa berkapasitas kecil untuk mengalirkan air menuju Rumah Pompa Balong II.

Selain memperkuat jaringan drainase, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pembangunan mini bozem di area exit Tol Margomulyo-Tandes. Saat ini, proses pembangunan masih berjalan setelah dilakukan koordinasi dengan PT Margabumi terkait pemanfaatan lahan.

"Di samping itu, kita juga membuatkan mini bozem yang memang itu nanti masuk di areanya lahan PT Margabumi. Sekarang lagi on-going untuk prosesnya," imbuhnya.

Menurut Adi, mini bozem tersebut akan difungsikan sebagai tampungan sementara agar air hujan tidak langsung meluber ke badan jalan dan memicu genangan.

"Sehingga kemarin kami koordinasi dengan PT Margabumi, bisa enggak memanfaatkan lahan mereka untuk dipakai tampungan sementara, sehingga air tidak langsung meluber ke jalan," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads