Penjual Cilok Bondowoso 'CEO Nyamar' Cerita Sempat Ditentang Mertua

Penjual Cilok Bondowoso 'CEO Nyamar' Cerita Sempat Ditentang Mertua

Chuk Shatu Widharsa - detikJatim
Sabtu, 04 Jul 2026 18:00 WIB
Penjual Cilok CEO Nyamar di Bondowoso yang rumahnya mewah bak sultan.
Penjual Cilok 'CEO Nyamar' di Bondowoso bersama istri dan anaknya. (Foto: Chuk Shatu Widharsa/detikJatim)
Bondowoso -

Penjual cilok viral di Bondowoso yang memilih hidup mandiri padahal rumahnya mewah menceritakan bagaimana di awal dirinya menjalankan usaha sempat mendapatkan penolakan dari mertua. Danil Abdul Azis (23), warga Patemon Tlogosari, Bondowoso mengaku dirinya tetap bersikeras untuk mengembangkan usaha demi bisa hidup mandiri.

Demi meyakinkan mertuanya, dia mengawali usaha itu dengan mempekerjakan orang lain sebagai penjual cilok. Dia dan istrinya hanya memproduksi bahan yang sudah diolah kemudian diberikan pada penjual yang memang telah dipilih.

Namun, suatu hari, penjual yang dipekerjakan itu berhalangan. Karena sudah terlanjur memasak, Danil pun turun tangan langsung untuk berjualan. Dia pun tidak menyangka hasilnya luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata hasilnya luar biasa. Dagangan cilok ludes terjual," kenangnya saat berbincang dengan detikJatim, Sabtu (4/7/2026).

ADVERTISEMENT

Dari situlah, sang istri menceritakan ke orang tuanya yang tidak lain merupakan mertua Danil. Mendapat cerita itu mertuanya akhirnya luluh dan mengizinkan dirinya untuk berjualan cilok.

"Saya sama sekali nggak gengsi berjualan cilok. Setiap hari mangkal di SPBU Tlogosari dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore," katanya.

Dalam sehari, imbuh ayah satu anak ini, ia bisa menjual hingga 5 plastik besar pentol. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat sejak videonya viral dan kerap masuk For Your Page (FYP) di TikTok.

"Sekarang omzetnya sekitar 500 ribu per hari. Saya sama sekali bukan mencari popularitas di media sosial," ungkapnya.

Menurutnya, keinginannya hanya agar videonya di TikTok bisa memotivasi anak muda lain agar tidak gengsi selama menjalani pekerjaan yang halal dan mandiri tanpa bergantung pada orang tua.

"Prinsip bahwa 100 persen hidup saya adalah 100 persen tanggung jawabnya saya sendiri," ujarnya

Ke depan, ia dan istri berharap usaha ini bisa terus berkembang dan membuka lapangan kerja bagi orang di sekitarnya.

"Siapa tahu dengan saya jualan cilok ini, nanti bisa membuat banyak gerobak dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," pungkas Danil Abdul Aziz.

Sebelumnya, Danil yang seorang penjual cilok viral di media sosial hingga mendapatkan sebutan 'CEO menyamar' atau 'sultan' karena tak gengsi jualan cilok meski rumahnya mewah.

Dia bersama istri dan satu orang anaknya tinggal di rumah yang cukup mewah untuk ukuran desa, yang berukuran 15 x 20 meter. Dia mengakui rumah itu pemberian mertuanya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads