Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya, Pagar Dijebol-2 Petugas Luka

Round Up

Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya, Pagar Dijebol-2 Petugas Luka

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 06 Jul 2026 08:44 WIB
Konser Denny Caknan saat Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) ricuh
Konser Ricuh di Surabaya/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Konser gratis Denny Caknan yang menjadi puncak acara soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC), Minggu (5/7/2026) malam, berakhir ricuh setelah ribuan penonton memadati lokasi hingga pagar pembatas roboh dan dua petugas mengalami luka.

Padahal, Kota Surabaya kembali memiliki ruang baru bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Eks Hi-Tech Mall yang selama bertahun-tahun identik sebagai pusat perdagangan elektronik resmi memasuki babak baru melalui soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC), Minggu (5/7/2026).

Namun, peresmian kawasan yang digadang-gadang menjadi rumah kreativitas anak muda itu justru diwarnai kericuhan saat konser gratis Denny Caknan berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, pagar pembatas di bagian depan SUBEC roboh akibat aksi saling dorong penonton. Peristiwa itu terjadi setelah kapasitas area konser penuh, sementara ribuan warga yang berada di luar lokasi tetap berupaya masuk untuk menyaksikan penampilan Denny Caknan.

ADVERTISEMENT

Akibat insiden tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka. Keduanya merupakan anggota Babinsa dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang bertugas mengamankan jalannya acara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya Eddy Christijanto membenarkan terjadinya kericuhan tersebut. Pemkot Surabaya pun menyayangkan insiden yang mencoreng hari pertama pembukaan SUBEC.

"Jebolnya pagar pembatas itu, disebabkan adanya aksi dorong penonton yang menyaksikan pertunjukan musik di SUBEC," kata kepada wartawan, Minggu (5/7/2026) malam.

Konser Denny Caknan sendiri digelar sebagai bagian dari rangkaian soft launching dengan dukungan para sponsor sehingga masyarakat dapat menyaksikannya secara gratis.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat area konser penuh dalam waktu singkat. Pintu masuk kemudian ditutup sekitar pukul 19.00 WIB demi alasan keselamatan. Kondisi tersebut memicu penonton yang masih berada di luar pagar berusaha masuk secara bersamaan hingga situasi tidak terkendali.

"Pagar yang jebol itu didorong secara paksa oleh penonton yang ingin masuk," ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, dua petugas menjadi korban saat berupaya mengendalikan massa.

"Ada anggota Babinsa dan PMK yang terluka," katanya.

Dibuka sebagai Pusat Ekonomi Kreatif

Sebelum diwarnai insiden, soft launching SUBEC berlangsung meriah. Pemkot Surabaya mengemas pembukaan kawasan eks Hi-Tech Mall sebagai Panggung Hiburan Rakyat yang terbuka secara gratis bagi masyarakat.

Peluncuran ini menjadi penanda perubahan fungsi eks Hi-Tech Mall. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai sentra perdagangan perangkat elektronik kini disiapkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang mewadahi UMKM, komunitas, pelaku industri kreatif, hingga generasi muda Surabaya.

Sejak siang, berbagai kegiatan digelar untuk menghidupkan kawasan tersebut. Pengunjung dapat menikmati tenant yang mulai beroperasi, pameran komunitas motor kustom, pertunjukan musik akustik di sejumlah titik, hingga berbagai hiburan rakyat lainnya sebelum ditutup dengan konser Denny Caknan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, soft launching menjadi langkah awal agar masyarakat mulai memanfaatkan kawasan tersebut, sembari pemerintah menyempurnakan berbagai fasilitas secara bertahap.

"Harapannya, tempat ini bisa menjadi ruang yang hidup, ramai dikunjungi anak muda dan komunitas, sehingga masyarakat Surabaya memiliki alternatif lokasi untuk berkegiatan sekaligus menikmati hiburan," kata Eri, Minggu (5/7/2026).

Menurut Eri, kawasan tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai tempat lahirnya talenta-talenta kreatif. Setelah soft launching, Pemkot Surabaya juga berencana mengundang investor dari luar Surabaya untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di kawasan tersebut.

"Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda untuk berkarya dan berkembang. Bukan hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga tempat lahirnya kreativitas, kolaborasi, dan prestasi," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi menyebut eks Hi-Tech Mall kini resmi menjadi pusat kreativitas anak muda dan komunitas di Kota Surabaya.

"Jadi malam ini telah dibuka soft launching Eks Hi-Tech Mal. Ke depannya tempat ini akan digunakan sebagai tempat anak muda hingga komunitas di Surabaya," kata Herry.

Menurut Herry, Pemkot Surabaya masih terus melakukan berbagai penyempurnaan fasilitas agar kawasan tersebut benar-benar mampu menjadi ruang yang bermanfaat bagi komunitas kreatif.

"Untuk sementara ini, masih proses untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan oleh teman-teman komunitas. Dengan begitu kami harap ke depannya akan lebih banyak lagi komunitas yang masuk untuk menempati tenant yang sudah disediakan di Eks Hi-Tech Mal," jelasnya.

Ia berharap kawasan tersebut nantinya menjadi tempat bagi anak-anak muda Surabaya mengembangkan bakat, mulai dari e-sport hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya.

"Karena pemkot ingin, tempat ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda ke depannya," pungkasnya.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads