Gemasnya Aksi Kawanan Hiu Tutul Kembali Sambangi Perairan Pasuruan

Gemasnya Aksi Kawanan Hiu Tutul Kembali Sambangi Perairan Pasuruan

Muhajir Arifin - detikJatim
Senin, 06 Jul 2026 10:15 WIB
Kawanan hiu tutul di Perairan Pasuruan
Kawanan hiu tutul di Perairan Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Kawanan hiu tutul kembali berdatangan ke Perairan Pasuruan. Kawanan satwa yang juga dikenal sebagai hiu paus (Rhincodon typus) ini terlihat muncul berkelompok antara delapan hingga 10 ekor.

Kawanan satwa yang berstatus terancam punah (Endangered) dan sepenuhnya dilindungi di Indonesia ini sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Ikan-ikan besar ini berenang di perairan dangkal berjarak sekitar 2 mil dari garis pantai.

Satwa berwarna abu-abu gelap dengan pola totol-totol putih yang unik ini berenang bebas di lautan dangkal. Mereka tidak mengganggu nelayan, dan sebaliknya, para nelayan yang sudah terbiasa dengan keberadaan hiu tutul juga tidak mengganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemunculan hiu tutul di Perairan Pasuruan merupakan fenomena migrasi tahunan yang biasanya terjadi secara rutin setiap bulan Juli hingga September. Mereka mencari makan di perairan yang hangat dan dangkal," kata Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno, Senin (6/7/2026).

ADVERTISEMENT

Edy mengatakan, kawanan hiu tutul memakan plankton, telur ikan, dan ikan kecil dengan cara menyaring air laut dengan mulut. Perairan dangkal Pasuruan dengan suhu air yang hangat terdapat banyak sumber makanan tersebut.

"Kami minta nelayan dan warga jangan mengganggu atau menangkap. Meskipun dikenal bersahabat dan tidak berbahaya bagi manusia, hindari berenang dekat hiu, menyentuh, menaiki, atau memberi makan hiu tutul," terang Edy.

Menurut Edy, hiu tutul merupakan satwa langka yang dilindungi penuh oleh negara. Menangkap melukai, atau mengonsumsinya adalah pelanggaran hukum.

"Jika melihat hiu tutul yang terdampar, jangan menjadi tontonan atau dipegang. Segera menjauh dan laporkan kejadian tersebut ke pos Polairud terdekat atau pihak terkait agar bisa dievakuasi kembali ke tengah laut," terangnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads