Materi MPLS SMP 2026 Lengkap Jadwal Kegiatan Hari Pertama hingga Kelima

Materi MPLS SMP 2026 Lengkap Jadwal Kegiatan Hari Pertama hingga Kelima

Irma Budiarti - detikJatim
Senin, 06 Jul 2026 16:15 WIB
Ilustrasi MPLS SMP.
Ilustrasi MPLS SMP. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi kegiatan awal yang wajib diikuti murid baru jenjang SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik akan mengikuti berbagai aktivitas yang telah disusun berdasarkan pedoman resmi untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah.

Selain mengenalkan budaya dan tata tertib sekolah, pelaksanaan MPLS juga memuat beragam materi serta rangkaian kegiatan harian dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Berikut daftar materi MPLS SMP 2026 beserta jadwal kegiatan dari hari pertama hingga hari kelima.

Materi MPLS SMP 2026

Selama pelaksanaan MPLS Ramah 2026, murid baru jenjang SMP akan mendapatkan berbagai materi yang bertujuan membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter, kebiasaan positif, dan budaya belajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Materi MPLS 2026 terdiri dari materi utama dan pilihan, yang diberikan mencakup pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan hidup sehat, etika bermedia sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

Materi Utama

Selama pelaksanaan MPLS Ramah, murid baru akan memperoleh sejumlah materi utama yang bertujuan membantu mereka mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta membiasakan perilaku positif sejak awal tahun ajaran.

ADVERTISEMENT

Materi-materi ini menjadi bekal dasar bagi peserta didik agar dapat beradaptasi dengan baik dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Berikut sejumlah Materi Utama MPLS 2026 untuk SMP yang perlu diketahui.

1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)

Murid perlu mengamalkan tujuh kebiasaan harian yang akan menjadi disiplin diri, yaitu:

  • Bangun pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari.
  • Beribadah: bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual.
  • Berolahraga: menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar.
  • Makan sehat dan bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik.
  • Gemar belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan.
  • Bermasyarakat: aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
  • Tidur cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.

2. Pagi Ceria

Pagi Ceria merupakan program yang dirancang sebagai kegiatan pembuka sebelum memulai pembelajaran di sekolah. Program ini meliputi kegiatan senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat).

Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama. Program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif dan merupakan bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial

Sopan dan santun bermedia sosial adalah sikap, perilaku, dan kebiasaan menggunakan media sosial secara beradab, bertanggung jawab, empatik, aman, dan bermanfaat dalam rangka menuju keadaban dan keamanan digital.

Sopan bermedia sosial berarti menggunakan bahasa, gambar, komentar, dan unggahan sesuai dengan norma kepatutan. Orang yang sopan tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan kebencian, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi.

Sementara itu, santun bermedia sosial berarti menggunakan hati, empati, dan kebijaksanaan sebelum berkomunikasi. Keadaban dan keamanan digital yang aman dan nyaman mencakup penerapan dan pembiasaan adab serta etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Termasuk juga penguatan literasi digital bagi warga sekolah untuk menangkal informasi bohong, konten negatif, serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber, dan perlindungan data pribadi warga sekolah dalam proses pembelajaran.

4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun

Budaya 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antarindividu dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, kualitas interaksi sosial di lingkungan menjadi lebih nyaman.

  • Senyum: tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Senyum mampu meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.
  • Sapa: mengucapkan sapaan seperti "halo" atau "selamat pagi" dapat membuat orang lain merasa dihargai.
  • Salam: mengucapkan salam merupakan bentuk sopan santun yang perlu dibiasakan. Mengawali atau mengakhiri percakapan dengan salam menjadi tanda penghormatan kepada orang lain serta mencerminkan sikap terbuka dan ramah.
  • Sopan Santun: menjadi kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya terlihat dari tindakan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan setiap ucapan.

5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Gerakan Indonesia ASRI bertujuan memperkuat budaya sekolah agar menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan tertata. Penerapannya dilakukan melalui empat aspek utama yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.

a. Aspek Aman

Aspek ini dilakukan melalui penerapan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah, mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.

b. Aspek Sehat

Aspek sehat diwujudkan melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Pembiasaan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.
  • Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.
  • Mencegah dan mengendalikan penyakit, termasuk pemberantasan jentik nyamuk.
  • Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah.
  • Melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
c. Aspek Resik

Aspek resik diwujudkan melalui pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib, konsisten, dan berkelanjutan. Pembiasaan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, antara lain melalui kegiatan berikut.

  • Kegiatan piket kelas.
  • Kerja bakti secara berkala.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menyediakan dan memanfaatkan tempat sampah terpilah.
  • Menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).
d. Aspek Indah

Aspek Indah diterapkan melalui penataan lingkungan sekolah yang rapi, nyaman, dan asri dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Upaya ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keindahan dan kelestarian lingkungan sekolah, dengan cara berikut.

  • Melestarikan lingkungan sekolah dengan menata taman, pepohonan, dan ruang terbuka hijau.
  • Menata ruang kelas, halaman, dan fasilitas umum sekolah.
  • Membiasakan budaya antre, tertib, dan menjaga fasilitas sekolah.
  • Memberikan edukasi mengenai estetika, keindahan, kebersihan, dan keberlanjutan.

6. Gerakan Rukun Sama Teman

Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) merupakan gerakan pembiasaan positif yang mendorong murid membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Melalui praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten, GRST menumbuhkan nilai empati, kepedulian, gotong royong, dan komunikasi positif sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan. Tujuan GRST adalah mengembangkan kemampuan murid dalam:

  • Memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya.
  • Menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan positif.
  • Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental melalui refleksi diri, pengelolaan emosi, saling mendukung, serta menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan nyaman.
  • Menanamkan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan inklusivitas sehingga murid terbiasa menghormati keberagaman dan menolak diskriminasi.
  • Membangun budaya pertemanan yang rukun, aman, dan saling menghargai sebagai upaya mencegah perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Materi Pilihan

Materi ini bertujuan memperkuat nilai-nilai yang menjadi ciri khas sekolah, sekaligus membekali murid dengan pengetahuan tambahan yang relevan untuk mendukung pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari. Materi Pilihan MPLS 2026 di antaranya sebagai berikut.

  • Ciri khas sekolah, yaitu materi yang berkaitan dengan nilai, tradisi, dan keunggulan sekolah.
  • Materi lain sesuai kebutuhan sekolah, seperti edukasi mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), antikorupsi, dan materi lain yang relevan.

Jadwal Kegiatan MPLS SMP 2026

Pelaksanaan MPLS SMP 2026 berlangsung selama lima hari dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun secara sistematis. Setiap hari, peserta didik akan mengikuti berbagai aktivitas yang bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, membangun karakter, serta membiasakan budaya belajar yang positif. Berikut rincian jadwal kegiatan MPLS Ramah SMP 2026 dari hari pertama hingga hari kelima beserta alokasi waktunya berdasarkan sumber rujukan.

Hari Pertama

  • Salam Sapa Murid Baru: Disesuaikan (dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai)
  • Upacara Bendera: 30 menit
  • Pengenalan Diri: 20 menit
  • Wawasan Wiyata Mandala: 40 menit
  • Aku dan Sekolahku: 45 menit
  • Aku dan Sekitarku: 30 menit
  • Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat: 60 menit
  • Refleksi dan Doa Penutup: 15 menit

Hari Kedua

  • Salam Sapa Murid Baru: Disesuaikan
  • Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung, dan Tes Fleksibilitas: 90 menit
  • Ruang Perjumpaan Murid Baru: 90 menit
  • Siaga Bencana: 45 menit
  • Refleksi dan Doa Penutup: 15 menit

Hari Ketiga

  • Salam Sapa Murid Baru: Disesuaikan
  • Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional, Asesmen Literasi & Numerasi, serta Identifikasi Bakat dan Minat: 115 menit
  • Literasi Digital: 60 menit
  • Pencegahan Isu NAPZA: 50 menit
  • Refleksi dan Doa Penutup: 15 menit

Hari Keempat

  • Salam Sapa Murid Baru: Disesuaikan
  • Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai: 70 menit
  • Sekolah Berbasis Budaya Kekhasan Sekolah: 30 menit
  • Pengenalan Kurikulum (Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar Efektif): 45 menit
  • ASRI: Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama: 80 menit
  • Refleksi dan Doa Penutup: 15 menit

Hari Kelima

  • Salam Sapa Murid Baru: Disesuaikan
  • Pertemuan Pagi Ceria: 30 menit
  • Unjuk Karya: 180 menit
  • Penutupan MPLS dan Doa: 30 menit



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads