Pengontrak Viral di Surabaya Soal Kompensasi Rp 5 Juta/Orang: Dadi Opo?

Pengontrak Viral di Surabaya Soal Kompensasi Rp 5 Juta/Orang: Dadi Opo?

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 16:15 WIB
Wanita pengontrak rumah di Surabaya saat cekcok dengan pemilik
Wanita pengontrak rumah di Surabaya saat cekcok dengan pemilik. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Proses mediasi sengketa rumah antara Bambang dengan keluarga pengontrak yang tak mau pindah padahal rumah sudah laku dijual dipimpin langsung Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji). Mediasi itu berlangsung panas luar biasa terutama saat Cak Ji mencoba mengambil jalan tengah dengan menawarkan uang kompensasi Rp 5 juta/kepala.

Mendengar angka Rp 5 juta yang disetujui pemilik rumah agar mereka segera pindah pada awal Juli, emosi keluarga pengontrak justru makin meledak. Seorang perempuan muda dari pihak pengontrak yang selama ini sebenarnya tidak membayar sewa langsung naik pitam dan melayangkan penolakan keras dengan logat khas Suroboyoan yang lantang.

"Yo ga isok! Mbok pikir gampang ta omah ngono iku? Limang juta dadi opo? Tanah ga cukup limang juta, kontrak ga cukup," teriak perempuan muda berkaus putih tersebut dengan nada tinggi dalam video yang dilihat detikJatim, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak pengontrak menganggap uang Rp 5 juta tidak akan cukup untuk mencari tanah atau biaya mengontrak rumah baru di tengah mahalnya biaya hidup di Kota Surabaya.

Saking sengitnya penolakan tersebut, aksi saling sahut bicara dan umpatan kepada pemilik rumah terus berlanjut sebelum akhirnya Cak Ji mengetok keputusan final bahwa rumah harus dikosongkan dalam waktu satu bulan dengan kompensasi tetap di angka Rp 5 juta.

ADVERTISEMENT

Keributan itu berakar dari penolakan keluarga pengontrak untuk mengosongkan rumah yang telah dibeli Bambang sejak 2014. Pengontrak yang telah tinggal selama 3 generasi di sana sempat menuntut ganti rugi fantastis sebesar Rp 60 juta/kepala sebagai syarat pindah. Padahal, mereka terbukti menumpang gratis tanpa bayar sewa.

Karena mediasi selalu buntu, Bambang akhirnya menggandeng Armuji ke lokasi. Setelah aksi adu mulut yang viral dan panen kecaman dari warganet, pengontrak akhirnya terpaksa menerima keputusan batas waktu satu bulan untuk angkat kaki dari rumah itu.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads