Pedasnya Harga Cabai Rawit Picu Jatim Inflasi 0,76% Desember 2025

Pedasnya Harga Cabai Rawit Picu Jatim Inflasi 0,76% Desember 2025

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 05 Jan 2026 17:00 WIB
Pedagang di Pasar Pucang Anom dan Tambahrejo yang tidak berani menyimpan banyak stok cabai.
Ilustrasi penjual cabai di Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,76% secara bulan ke bulan (m-to-m) pada Desember 2025. Kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit hingga emas perhiasan jadi pemicunya.

"Pada bulan Desember 2025 Provinsi Jatim tercatat mengalami inflasi sebesar 0,76%. Dengan ditutupnya inflasi pada bulan Desember 2025, inflasi tahunan (y-on-y) kita mencapai 2,93%," ujar Kepala BPS Jatim Dr. Ir. Zulkipli, Senin (5/1/2026).

Ia melanjutkan bahwa pada periode Desember 2025 ini, seluruh kabupaten/kota di 11 Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim tercatat mengalami inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inflasi tertinggi di Jember sebesar 0,86% untuk Desember 2025 dan terendah di Tulungagung 0,56%," lanjutnya.

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi periode ini adalah cabai rawit.

ADVERTISEMENT

"Cabai rawit inflasi 100,03% dengan andil 0,24% kondisi di bulan Desember, tingginya kenaikan (harga) cabai rawit menjadi penyumbang utama," beber Zulkipli.

Beberapa komoditas lain juga turut menyumbang inflasi periode Desember 2025, antara lain emas perhiasan naik 4,49%, daging ayam ras 4,56%, angkutan udara yang mengalami kenaikan 6,04%, hingga bawang merah 8,17%.

Sementara itu, hanya terdapat dua komoditas utama yang menjadi penahan inflasi Desember 2025.

"Dua komoditas utama yang terlihat mengalami penurunan yaitu cabai merah, mengalami deflasi 16,67% dan beras mengalami penurunan harga sebesar 0,24%," ungkap Zulkipli.

Zulkipli juga menerangkan terdapat beberapa catatan peristiwa pada 2025 ini yang turut mempengaruhi perkembangan harga. Seperti masa panen dan curah hujan yang mempengaruhi ketersediaan bahan pangan, khususnya komoditas hortikultura.

Kemudian perkembangan harga emas global yang memicu perubahan harga emas perhiasan, hingga peringatan hari besar keagamaan nasional yang turut mendorong kenaikan harga beberapa komoditas tertentu.

Ia pun menegaskan bahwa inflasi Desember 2025 tidak hanya terjadi di Jawa Timur, namun juga di provinsi lain seluruh Indonesia.

"Kalau kita lihat per provinsi, terlihat seluruh provinsi di Indonesia juga mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Aceh 3,60% dan terendah Maluku Utara 0,05%," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads