Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Polres Lamongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas pangan di pasar yang ada di Lamongan, Jumat (7/2/2026). Meski harga relatif stabil, namun cabai rawit tembus di harga Rp 80 ribu per kilogram.
Tim Satgas Saber Polres Lamongan menyasar sejumlah pasar di Lamongan, yang salah satunya adalah Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga komoditas pangan masih terpantau stabil dan terjangkau. Namun, petugas menemukan adanya kenaikan harga cabai rawit yang cukup signifikan.
Ketua Tim Satgas Saber Satreskrim Polres Lamongan, Ipda Lizma Ramadhama mengatakan, sebanyak 14 komoditas pangan pokok masih aman dan cukup terjangkau untuk kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk komoditas pangan lainnya masih aman. Hanya saja, hari ini harga cabai rawit naik hingga Rp 80 ribu per kilogram," kata Lizma di lokasi sidak, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh tingginya curah hujan yang berdampak pada hasil panen. Meski demikian, pihaknya akan berupaya menekan harga agar kembali ke kisaran normal.
"Sebisa mungkin kami upayakan turun ke harga Rp 60 ribu per kilogram," ujarnya.
Sidak tersebut dilakukan Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga Polres Lamongan bersama Dinas Perdagangan Lamongan dan Tim Ketahanan Pangan Lamongan. Petugas menyasar sejumlah pedagang untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali.
Lizma juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
"Stok untuk kebutuhan satu bulan ke depan masih aman, jadi masyarakat tidak perlu membeli dalam jumlah besar karena khawatir kehabisan," tegasnya.
Terkait keluhan warga soal dugaan kelangkaan minyak goreng Minyakkita, Lizma memastikan ketersediaan masih aman dan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Tadi kita cek langsung, beberapa toko sudah mendapatkan pasokan dari Bulog. Harga Minyakkita masih sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter untuk pengecer," pungkasnya.
(auh/abq)
