Potret Kemajuan Industri di Nganjuk, Sawah Kini Berubah Jadi Pabrik

Potret Kemajuan Industri di Nganjuk, Sawah Kini Berubah Jadi Pabrik

Bakrie - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 11:30 WIB
Potret sawah jadi pabrik di Nganjuk
Potret sawah jadi pabrik di Nganjuk/Foto: Bakrie/detikJatim
Nganjuk -

Wajah Kabupaten Nganjuk tak lagi sepenuhnya agraris. Di sejumlah titik, sawah yang dulu membentang kini berdiri pabrik-pabrik besar dengan aktivitas produksi yang nyaris tak pernah berhenti.

Dalam lima tahun terakhir, pabrik-pabrik besar bermunculan di Nganjuk. Fenomena ini menjadi penanda kuat perubahan arah pembangunan dan investasi di daerah tersebut.

Potret itu menggeser wajah Nganjuk yang sebelumnya agraris menjadi industri. Pabrik-pabrik itu tersebar di 10 kecamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Portal Nganjuk Satu Data milik Pemkab Nganjuk menyebutkan, kini terdapat 22 perusahaan skala besar yang sudah berdiri dan beroperasi di Nganjuk. Lokasinya tersebar di Kecamatan Rejoso, Gondang, Lengkong, Patianrowo, Bagor, Nganjuk, Sukomoro, Tanjunganom, Baron dan Kecamatan Pace.

ADVERTISEMENT

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi sepatu olahraga, peralatan audio-video elektronik hingga suku cadang mobil.

Lasto Utomo, Kepala Desa (Kades) Ngangkatan, Kecamatan Rejoso mengatakan, di desanya kini berdiri satu pabrik yang memproduksi makanan beku (frozen food). Lokasinya berada di lahan tepi Jalan Raya Rejoso-Gondang, yang sebelumnya merupakan area persawahan.

"Proses pembebasan lahannya sudah sejak 2015, kemudian pabriknya dibangun beberapa tahun belakangan," ujar Lasto Utomo kepada detikJatim, Rabu (11/6/2026).

Keberadaan pabrik tersebut diakui Lasto membawa dampak positif bagi desanya. Terutama dari sisi lapangan kerja, karena kini ada ratusan warganya yang direkrut menjadi karyawan. Bahkan, ada yang sebelumnya bekerja sebagai petani kini beralih menjadi karyawan pabrik.

"Ya ada sebagian yang dulunya bertani sekarang ikut kerja di pabrik," ungkap Lasto.

Fenomena serupa disebut Lasto juga banyak dijumpai di sepanjang Jalan Raya Rejoso-Gondang, hingga di Jalan Raya Lengkong-Jatikalen. Dalam lima tahun terakhir, di kiri-kanan jalan berdiri pabrik-pabrik besar baru, di atas lahan yang dahulunya adalah tanah persawahan.

"Jalanannya sekarang jadi lebih ramai sampai malam hari. Sekarang juga mulai banyak dibuka kos-kosan karyawan pabrik, warung-warung dan kafe tempat nongkrong," tandas Lasto.

Sementara Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, berdirinya pabrik di daerahnya membawa dampak positif bagi masyarakat. Lapangan kerja baru semakin terbuka, seiring dibangunnya pabrik-pabrik skala besar tersebut.

"Sehingga bisa mengurangi pengangguran dan mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Nganjuk," ujar Marhaen terpisah.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads