Aroma gurih memenuhi sudut sebuah dapur sederhana. Di ruangan berdinding kusam, dua orang pekerja tampak berjibaku dengan tungku dan wajan untuk mengolah adonan tepung menjadi ribuan keping rempeyek koin.
Dengan cekatan adonan rempeyek dituangkan ke dalam wajan cetakan berbentuk bulatan-bulatan kecil di atasnya. Sementara itu sang pemilik usaha Bayu Sutrimo warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung tampak sibuk memasukkan kepingan rempeyek ke dalam plastik siap jual.
Jajanan produksinya disebut rempeyek koin karena bentuk bulat menyerupai koin berdiameter sekitar 5 cm. Untuk memproduksi rempeyek, Bayu memanfaatkan beberapa bahan dasar seperti tepung beras, tapioka, bawang, telur, kacang dan beberapa rempah lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggorengan kami lakukan dua kali, pertama di cetakan kecil itu kemudian kalau sudah jadi dipindah ke wajan yang besar," kata Bayu, Selasa (24/2/2026).
Pada momen Ramadan ini usaha tersebut mengalami pertumbuhan signifikan. Permintaan konsumen meningkatkan hingga 400 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Alhamdulillah untuk puasa ini ada peningkatan yang lumayan. Bisanya itu 5 kg sekarang bisa sampai 20 kg,"
Menurutnya peningkatan permintaan konsumen mulai naik saat masuk bulan puasa. Biasanya rempeyek koin dimanfaatkan untuk lauk pada saat berbuka maupun sahur.
Untuk pemasaran, Bayu mengemas rempeyek produksinya ke dalam stoples dan plastik berbagai ukuran. Namun pada awal puasa pihaknya fokus pada produksi kemasan plastik.
"Kemasan plastik bersedia 500 gram, 1 kg dan 2 kg. Sementara itu kemasan stoples biasanya itu untuk lebaran, ukurannya 250 gram," jelasnya.
Meskipun tergolong usaha kecil, rempeyek ini memiliki nilai jual yang kompetitif. 1 kg rempeyek dijual dengan harga Rp 60 ribu.
"Pemasarannya kami distribusikan ke wilayah Tulungagung yang paling banyak, ada juga ke Blitar, Kediri, Surabaya dan Bali," ujarnya.
Bayu menyebut jumlah pesanan biasanya akan mengalami peningkatan secara signifikan pada mulai H-7 lebaran. Masyarakat banyak yang berburu jajanan untuk sajian pada saat lebaran.
"Makanya kami siapkan kemasan stoples ini untuk persiapan lebaran juga. Alhamdulillah tahun ini ramai," katanya.
Ia mengklaim rempeyek koin tersebut mampu bertahan hingga durasi tiga bulan dengan penyimpanan yang tepat.
(auh/abq)
