Harga Minyak Goreng di Pasar Legi Ponorogo Naik, Stoknya Menipis

Harga Minyak Goreng di Pasar Legi Ponorogo Naik, Stoknya Menipis

Charolin Pebrianti - detikJatim
Kamis, 16 Apr 2026 14:45 WIB
Minyak di Ponorogo
Minyak di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Harga minyak goreng di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan, terutama untuk jenis premium. Para pedagang mengeluhkan harga yang fluktuatif serta pasokan yang semakin terbatas dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pedagang, Imam Asyari mengatakan, dirinya memang jarang menjual minyak premium. Namun dari pengamatannya, kenaikan harga cukup signifikan dirasakan oleh pembeli.

"Kalau lihat harga sekarang memang ada kenaikan signifikan. Tapi untuk MinyaKita masih stabil karena ada kuota dari Bulog, meski jumlahnya terbatas," ujar Imam, Kamis (16/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, distribusi MinyaKita saat ini dibagi lebih merata ke pedagang yang sudah memiliki izin usaha. Hal itu membuat jatah yang diterima tiap pedagang menjadi lebih kecil dibanding sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Sekarang rata-rata dapat sekitar 10 dus. Dulu bisa 20 sampai 30 dus, tapi sekarang dibagi rata karena yang punya NIB makin banyak," jelasnya.

Menurut Imam, pengurangan pasokan mulai terasa dalam dua kali pengiriman terakhir. Ia menduga kondisi global turut memengaruhi distribusi minyak goreng.

"Dua kali pengiriman ini agak berkurang, mungkin juga terdampak situasi perang," tambahnya.

Untuk minyak goreng non-subsidi atau kategori menengah, Imam menyebut kenaikan harga mencapai sekitar Rp 10 ribu per dus.

"Ada yang naik dari kisaran Rp 198 ribu jadi Rp 205 ribu sampai Rp 210 ribu per dus. Harganya fluktuatif, tidak bisa stabil," katanya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Wiwik Setyowati mengatakan, MinyaKita masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun stoknya terbatas karena pasokan hanya datang sekali dalam seminggu.

"Kalau MinyaKita harganya standar, 1 liter Rp 15.700, 2 liter Rp 31 ribu. Tapi stoknya terbatas, seminggu cuma sekali datang," ujarnya.

Di sisi lain, minyak goreng premium justru mengalami kenaikan harga cukup tajam. Bahkan menurutnya, kenaikan bisa melebihi Rp 10 ribu per dus.

"Kalau premium naiknya banyak sekali. Kadang lebih dari Rp 10 ribu per dus. Jadi kalau jual sekarang harus hati-hati, kalau terlalu mahal juga tidak laku," jelasnya.

Untuk harga eceran, minyak premium ukuran 1 liter saat ini dijual sekitar Rp 23 ribu. Sedangkan untuk kemasan pouch atau "bantal" seperti merek tertentu dijual sekitar Rp 22 ribu per liter.

Wiwik juga mengaku kesulitan menjaga stok karena pasokan dari distributor terbatas. "Stok tidak banyak, karena habis jual, kulak lagi sering tidak dapat. Dari sales juga bilang stoknya menipis," ungkapnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga minyak goreng mulai dirasakan sejak adanya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi dan ketersediaan barang.

"Sejak ada perang itu mulai terasa naik, dan stok juga ikut menipis," pungkasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads