Harga Minyakita di Kabupaten Pasuruan juga melonjak karena keterbatasan stok. Harga minyak goreng subsidi itu menembus Rp 19.000/liter.
Satgas Pangan Pasuruan mendistribusikan 9.600 liter atau 9,6 ton MinyaKita ke pedagang. Langkah itu diambil untuk menstabilkan harga minyak MinyaKita.
"Total ada 800 karton, masing-masing berisi 12 botol ukuran 1 liter. Distribusi kami arahkan ke tujuh retail Bulog," kata Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Distribusi difokuskan di dua titik utama, yakni Pasar Bangil yang mendapat jatah untuk enam retail dan Pasar Pandaan untuk satu retail. Langkah ini diambil karena sebelumnya terjadi kekosongan stok di sejumlah pasar, bahkan sejak sebelum Lebaran.
Selain dropping stok, Satgas Pangan juga melakukan pengawasan ketat di lapangan. Polisi mengingatkan pedagang agar tidak menjual di atas HET, Rp 15.700, serta mewaspadai praktik penimbunan yang bisa memicu kelangkaan.
"Kami pastikan stok MinyaKita aman. Jika ditemukan penjualan di atas HET, akan kami tindak tegas," ujarnya.
Sinta, salah satu pedagang mengakui harga MinyaKita melonjak karena pasokan terhenti. Ia berharap kondisi kini mulai membaik setelah distribusi kembali lancar.
"Sempat naik karena stok habis sejak sebelum Lebaran. Sekarang sudah ada kiriman lagi, jadi lebih normal," katanya.
Satgas Pangan memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara bertahap ke pasar lain seperti Sukorejo dan Gempol. Itu guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng di wilayah Kabupaten Pasuruan.
(dpe/hil)