Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung kuartal II di Desa Tuwiri, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban yang diinisiasi Polri. Dalam sambutannya, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada para petani dengan menceritakan masa dirinya menjadi komandan pasukan yang hendak bertempur.
Prabowo mengaku memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan para petani. Selain karena pernah menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang kini diteruskan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, latar belakang militernya juga membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya pangan.
"Kenapa saya dekat dengan petani? Karena saya dulu komandan pasukan. Komandan pasukan tempur," ujar Prabowo di hadapan para petani di Tuban, Sabtu (16/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Panglima Kostrad ini menceritakan pengalamannya saat memimpin operasi militer. Baginya, logistik pangan jauh lebih penting. untuk diperiksa pertama kali dibandingkan amunisi.
"Kita kalau mau berangkat operasi tempur, yang kita cek bukan peluru. Kita cek peluru, tapi kita cek dulu: ada beras enggak? Kalau ada beras, kita hitung berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya untuk 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan saudara-saudara kalau enggak ada beras," ujarnya.
Prabowo menambahkan sejarah kemerdekaan Indonesia juga membuktikan ketika negara belum punya APBN dan tentara serta polisi belum dapat gaji resmi, para petani lah yang menyokong hidup para pejuang di garis depan. Kedekatan itu kian terasa saat ia mengenang masa-masanya sebagai letnan maupun taruna saat latihan di desa-desa.
"Rakyat desa, rakyat kampung keluar memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Padahal mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang-pisang dikasih, mereka punya ubi-ubi dikasih, mereka punya tiwul, ya tiwul dikasih," kenang Prabowo disambut tawa hangat warga.
Kepala Negara menegaskan bahwa masa depan dan kedaulatan Indonesia berada di tangan para petani dan nelayan selaku garda terdepan penyedia makanan bagi rakyat.
"Itulah sejarah bagaimana saya semakin sadar waktu itu, pentingnya para petani, para nelayan. Para nelayan, (para petani) adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara," tegas Prabowo.
Ia pun menitipkan pesan kuat kepada seluruh jajaran pemerintahan dan instansi terkait untuk menaruh perhatian total pada sektor ini demi masa depan Indonesia.
"Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini," pungkasnya.
(auh/dpe)