Menjelang Hari Raya Idul Adha, berkah melimpah dirasakan oleh peternak kambing. Salah satunya peternakan kambing 'This Is Farm' di Kota Malang milik Lucky Aditya Ramadhan (33) yang dagangannya laris manis berkat strategi digital ciamik.
Meski tidak membuka lapak musiman di pinggir jalan. Lucky sukses menjual lebih dari 50 ekor kambing dengan cara memaksimalkan promosi dan penawaran lewat media sosial, mulai dari Instagram, Whatsapp hingga rutin menggelar live streaming di TikTok.
"Karena kita gak buka lapak dan pilih jualan langsung di kandang, tantangannya adalah bagaimana kambing ini bisa laku dan kandang kami diketahui masyarakat luas. Strateginya, kita nge-push di media sosial dan live streaming," ujar Lucky saat ditemui di kandangnya yang berada di Lesanpuro Gang 2, Kecamatan Kedungkandang, Minggu (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lucky mengakui bahwa strategi jemput bola via digital ini terbukti ampuh. Pada momen Idul Adha tahun 2026 ini, This Is Farm sudah berhasil menjual dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Tahun 2025 lalu.
"Pada tahun 2025 itu aku jual cuman sekitar 30 ekor kambing. Tapi sekarang naik 100% atau dua kali lipat, sampai H-3 Idul Adha ini sudah lebih dari 70 ekor kambing terjual," ungkapnya.
Ia optimis, berkaca dari tingginya antusiasme masyarakat, penjualan di H-3 ini masih berpotensi merangkak naik hingga tiga kali lipat menjelang hari H penyembelihan.
Kambing-kambing yang disediakan Lucky pun bukan kaleng-kaleng. Ia tidak hanya menjual kambing ukuran standar, tapi juga menyediakan kategori jumbo premium dengan berbagai jenis ras unggulan, seperti Kambing Etawa, Jawa Randu, hingga Senduro.
"Untuk harga kambing disini mulai dari paling murah itu Rp 2,7 juta dan yang paling mahal sampai Rp 9 juta karena ini masuknya jumbo premium," terangnya.
Menariknya, konsumen Lucky tidak hanya lokal Malang Raya. Tercatat, pesanan mengalir dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Bahkan, kekuatan live streaming mampu menggaet pembeli dari Tangerang dan Bogor.
"Penjualan kita itu sekitar 60-70% datang dari online (Instagram dan TikTok). Sisanya 20% dari relasi atau jaringan, dan 10% kebetulan lewat atau dengar rekomendasi dari teman," papar Lucky.
Dibantu oleh tiga orang pegawainya, Lucky mengaku isu penurunan daya beli atau ketatnya persaingan tidak begitu berpengaruh pada bisnisnya. Kuncinya, This Is Farm menawarkan segudang fasilitas gratis yang memanjakan para sohibul kurban (orang yang berkurban).
Lokasi kandang yang berada di tengah Kota Malang memberikan keuntungan tersendiri karena sangat mudah diakses. Pembeli yang bertransaksi via online maupun langsung bisa datang kapan saja untuk meninjau hewan kurbannya.
"Lokasi kita di kota memudahkan sohibul kurban untuk datang langsung ke kandang. Mereka juga bisa melakukan monitoring berkala untuk mengecek kondisi kesehatan dan bobot kambingnya," jelasnya.
Selain itu, This Is Farm juga memberikan fasilitas gratis biaya perawatan hingga hari H, serta promo free ongkos kirim untuk wilayah Malang Raya hingga Surabaya. Proses pengiriman hewan kurban ke para pemesan nantinya akan dijadwalkan secara bertahap mulai dari H-3 hingga H-1 Idul Adha.
(abq/abq)