Kabar gembira datang dari sektor peternakan di Kota Batu. Harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota Batu naik dari awalnya Rp 7.600 menjadi Rp 8.000 per liter. Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar khususnya bagi warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu yang mayoritas merupakan peternak sapi.
Salah satu peternak setempat sekaligus Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir mengatakan bahwa kenaikan harga Rp 400 per liter itu sudah bergulir sejak dua bulan terakhir. Kenaikan harga susu sapi ini berasal dari insentif tambahan pihak Industri Pengelolahan Susu.
"Kenaikan dari pabrik ini kita berikan ke peternak, ke anggota. Memang harusnya seperti itu. Kita ingin bikin peternak itu bisa senyum," kata Munir, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, produksi susu di Dusun Brau terbilang sangat stabil. Dalam sehari, wilayah ini mampu menghasilkan total hingga 10.000 liter susu segar.
"Populasi sapi perah di Dusun Brau ini ada sebanyak 2.500 ekor. Jumlah sapi ini lebih banyak ketimbang penduduknya. Di mana jumlah penduduk lokal hanya berkisar 700 jiwa," terang Munir.
Mayoritas hasil produksi susu sapi dari Dusun Brau langsung diserap oleh industri skala besar. Namun, peternak Brau juga sukses melakukan hilirisasi mandiri menjadi produk olahan bernilai tinggi.
"Yang 90% kita masuk ke PT Greenfields. Sisanya kita ada olahan keju dan susu pasteurisasi. Untuk keju mozzarella sendiri, dalam satu minggu kebutuhannya sekitar 2.000 liter susu yang bisa menghasilkan sekitar 280 kilogram keju," ungkap Munir.
Produk olahan susu dari batu bahkan sudah menembus pasar di luar Jawa.
"Khusus untuk keju mozzarella dari Dusun Brau ini pemasarannya sudah tembus pasar Jawa-Bali," imbuhnya.
(ihc/dpe)