Gelar Marathon Skala Internasional, Cara Pemkot Surabaya Genjot Ekonomi

Gelar Marathon Skala Internasional, Cara Pemkot Surabaya Genjot Ekonomi

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 21:40 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus menggenjott perekonomian daerah lewat berbagai kegiatan. Salah satunya event lari berskala internasional yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur akan digelar di Surabaya pada 2 Agustus mendatang dengan target 10.000 peserta.

Menurut Eri, event olahraga ini menjadi momentum kebangkitan sport tourism di Kota Pahlawan setelah sempat vakum akibat pandemi. "Ini adalah ikonnya Kota Surabaya sejak tahun 2018 yang sempat berhenti karena pandemi Covid-19. Maka, kita mulai lagi di tahun 2026 ini," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (17/6/2026).

Pada event Surabaya Marathon 2026 ini, Pemkot Surabaya dan APPBI Jatim menerapkan inovasi yang mengadopsi sistem maraton dunia seperti di New York. Medali yang diperoleh para finisher tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga berfungsi sebagai "kartu diskon" di berbagai pusat perbelanjaan, tempat makan, hingga hotel di Kota Pahlawan.

"Target perputaran ekonomi kali ini berbeda dan jauh lebih besar dibanding tahun 2018 yang lalu. Nanti medalinya bisa ditunjukkan untuk mendapatkan potongan harga pusat perbelanjaan di titik tertentu, tempat makan, dan hotel. Jadi, peserta bisa keliling Surabaya dan menikmati diskon lewat medali tersebut," jelasnya.


Surabaya Marathon 2026 mengusung konsep City Run yang sarat nilai sejarah. Sepanjang rute, para peserta termasuk pelari internasional akan dimanjakan dengan pemandangan lebih dari 10 situs bersejarah dan ikon kota, seperti Balai Pemuda, Balai Kota Surabaya, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Kawasan Kota Lama hingga Bundaran Hotel Majapahit.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Surabaya ini adalah Kota Pejuang. Lewat rute ini, wisatawan dan pelari bisa berolahraga sekaligus mengenal situs-situs sejarah kita," ujarnya.

Pemkot Surabaya dan APPBI Jatim saat ini intens berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Karena direncanakan ada sekitar 11 hingga 12 ruas jalan yang akan disterilkan atau dilakukan rekayasa lalu lintas.

Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya atas potensi gangguan lalu lintas yang terjadi pada tanggal 2 Agustus. Car Free Day (CFD) juga akan ditiadakan sementara.

"Melalui maraton ini, kita mengenalkan Surabaya ke seluruh dunia. Jika wisatawan datang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Uang berputar untuk warga, sehingga program sekolah gratis, kesehatan gratis, dan pembangunan infrastruktur bisa terus berjalan," urainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Ketua APPBI Jatim, Sutandi Purnomosidi optimis peserta yang berpartisipasi menyentuh 10.000 orang, mengingat event lari terakhir di tahun 2019 lalu diikuti 5.200 peserta.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Surabaya Marathon 2026 hadir dengan menyajikan pengalaman yang baru bagi para pelari, terutama mereka yang berasal dari luar kota. Selain menjanjikan rute eksotis yang memanjakan mata, pihak penyelenggara telah menyiapkan total hadiah fantastis sebesar Rp800 juta.

"Rute tahun ini dirancang sedemikian rupa agar para peserta dapat menikmati keindahan estetika dan bangunan bersejarah (historical bangunan) di Kota Surabaya, mulai dari kategori Fun Run hingga Full Marathon," kata Sutandi.

Sutandi menegaskan, Le Minerale Surabaya Marathon 2026 dirancang inklusif untuk semua tingkatan pelari dengan menyediakan empat pilihan rute, yaitu 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Full Marathon (42K).

Untuk batasan usia, panitia menetapkan batas minimal 13 tahun bagi peserta yang ingin mendaftar di kategori paling pendek, yakni 5K. Sementara itu, untuk rute lainnya panitia menetapkan batasan usia mulai dari 17 tahun.

Mengenai keselamatan seluruh peserta di semua kategori, pihak panitia memastikan kesiapan tim medis, baik dari internal maupun eksternal. "Tim medis akan berkolaborasi penuh dengan Pemkot Surabaya dan disiagakan di berbagai titik rute demi mengantisipasi serta merespons cepat kondisi darurat para pelari di lapangan," pungkasnya.




(esw/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads