Perayaan Tahun Baru Imlek di ITC Mall Surabaya diwarnai atraksi barongsai yang menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak. Rutin diadakan tiap tahunnya, pertunjukan barongsai ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat makna bagi para pedagang yang menggantungkan harapan rezeki dan keberuntungan di tahun yang baru.
Mal yang beroperasi di Jalan Gembong, Kapasan ini menggelar pertunjukan barongsai pada 1, 8, 15, dan 17 Februari 2026 mulai pukul 12.00 WIB. Khusus pada 17 Februari, atraksi mulai lebih siang, yaitu pukul 13.00 WIB.
Bertajuk Barongsai Keliling, atraksi ini dibawakan langsung oleh Team Barongsai dan Liong Singa Sakti Surabaya. Dua ekor barongsai dengan iringan musik tradisional berkeliling menyusuri area pertokoan yang tersebar di lima lantai mal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertunjukannya pada Minggu (1/2/26) ini, barongsai keliling berlangsung selama sekitar tiga jam. Selama itu pula, barongsai tak berkeliling sendirian, melainkan bersama para pengunjung yang antusias melihat bagaimana barongsai menyapa pengunjung, masuk ke lorong-lorong kios, hingga berhenti di depan tenant untuk melakukan atraksi hingga berfoto bersama.
Salah satu tradisi yang paling ditunggu adalah momen "berburu" angpau. Tidak hanya diberikan secara langsung oleh pengunjung ke mulut barongsai, para pemilik kios juga menempatkan atau menempelkan angpau di bagian atas kios. Hal ini membuat barongsai harus melompat untuk meraih angpau, yang justru menjadi atraksi tersendiri, terutama bagi anak-anak.
Salah satu pemain barongsai, Firmansah (26), mengatakan bahwa lompatan barongsai memang menjadi bagian penting dari pertunjukan.
"Lompatan itu yang ditunggu-tunggu. Itu memang bagian dari atraksi," ujarnya saat ditemui saat setelah pertunjukan berakhir.
Firmansah menjelaskan, tradisi pemberian angpau saat Imlek memiliki makna mendalam, termasuk bagi para pelaku usaha. Pada pembukaan toko misalnya, biasanya disiapkan berbagai perlengkapan simbolik seperti jeruk bali, jeruk orange, nanas, pisang, dan lain-lain untuk pertunjukan barongsai dalam memainkan 'permainan jeruk'.
Kemeriahan atraksi barongsai di ITC Mall Surabaya jelang Imlek (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim) |
Jeruk-jeruk tersebut kemudian dihias membentuk bunga teratai. Warna jeruk yaitu oranye, dipercaya melambangkan emas yang maknanya mengundang keberuntungan, kebahagiaan, dan hal-hal baik lainnya. Sementara itu, untuk toko yang sudah lama beroperasi, kehadiran barongsai dimaknai sebagai proses pembersihan.
"Kalau sudah berjalan, istilahnya bersih-bersih untuk membuang keburukan supaya ada kebaikan lagi seperti pemberkatan. Ini sama seperti cerita dulu, barongsai kan istilahnya makhluk baik yang mengusir makhluk-makhluk jahat," ucap Firmansah.
Menurutnya, tradisi memberi angpau juga dimaknai sebagai bentuk menanam kebaikan sebagaimana kebaikan tersebut akan berbuah menjadi lebih banyak.
Begitu pula dengan salah seorang pedagang berinisial E menyebut barongsai selalu hadir setiap tahun dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi Imlek yang dipercaya dapat membuang kesialan dan membawa keberuntungan bagi para tenant.
"Barongsai tiap tahun pasti ada. Buat nambah rezeki. Ibaratnya barongsai itu membukakan rezeki," ujarnya. Memang tradisi orang cina seperti itu, supaya tenant-tenant dapat rezeki dan buang sial," katanya.
Berbeda dengan pedagang lain, ia memilih tidak menempelkan angpau di langit-langit, di dinding, atau bagian atas tokonya. Ia justru menyelipkan sejumlah angpau di sela-sela barang dagangannya. Alhasil, barongsai tampak seolah mengendus lalu melahap angpau seperti hewan yang sedang mencari makanan.
"Biar nggak bosan, buat mainan juga. Barongsai itu ibaratnya kayak binatang mencari makan. Kita kan kerja juga cari rezeki, jadi ya saling memberkati. Jangankan barongsai, ibaratnya kucing kan juga diberkati," tutur pedagang yang sudah berjualan 10 tahun itu.
Kemeriahan atraksi barongsai di ITC Mall Surabaya jelang Imlek (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim) |
Meski tradisi tetap dijaga, ia mengakui kondisi penjualan belakangan tidak seramai sebelumnya.
"Sejak tahun lalu penjualan menurun dibandingkan zaman COVID yang justru ramai," katanya.
Namun demikian, ia berharap kehadiran barongsai keliling di perayaan Imlek tahun ini bisa membawa harapan baru dan perputaran rezeki yang lebih baik bagi para pedagang dan pengunjung ITC Mall.
(ihc/abq)

