Prabowo Kritik Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya

Kabar Nasional

Prabowo Kritik Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya

Eva Safitri - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 09:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan BPS tersebut bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Prabowo Subianto/Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana putra
Surabaya -

Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaan stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) atau Rumah Radio yang digunakan Bung Tomo saat pertempuran 10 November. Pertanyaan itu ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap minimnya perhatian terhadap situs-situs bersejarah di Indonesia.

Rumah di Jalan Mawar Nomor 10 Surabaya tersebut dikenal sebagai lokasi pidato legendaris Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Surabaya dalam melawan penjajah. Namun, bangunan bersejarah itu justru telah dihancurkan, meski berstatus sebagai cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo pada pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa sudah menjadi pabrik," ujar Prabowo.

Ia mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan para pendahulu bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Prabowo menegaskan, pengalaman pahit bangsa Indonesia saat masa penjajahan harus menjadi pelajaran bagi generasi saat ini.

"Karena sejarah kita, karena kita pernah dijajah, karena kita pernah mengalami pemerintahan penjajahan yang impresialis dan rasialis, bahwa kita, rakyat kita, pribumi kita pernah dianggap lebih rendah daripada anjing," kata Prabowo.

Ia menyadari generasi muda saat ini tidak merasakan langsung penderitaan di masa penjajahan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh membuat bangsa Indonesia melupakan peninggalan sejarah.

"Saya lihat satu prasasti tahun 1978. Dua puluh tiga tahun setelah kemerdekaan masih ada prasasti di kolam renang Manggarai saat itu, sayang, mungkin dibongkar," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti masih lemahnya kepedulian terhadap perawatan situs bersejarah. Ia menilai banyak peninggalan penting justru hilang atau beralih fungsi tanpa memperhatikan nilai sejarahnya.

"Kadang-kadang kita tidak menghargai sejarah kita. Situs-situs sejarah dibongkar, ini para kepala daerah harus memikirkan," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berdiri hingga saat ini berkat perjuangan para pahlawan dan kontribusi para pemimpin terdahulu. Ia menyebut, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari peran presiden, jajaran kabinet, hingga kepala daerah di masa lalu.

"Presiden dengan pemerintahan, dengan para gubernur, para bupati yang terdahulu, terdahulu. Semuanya telah menyumbang, semuanya telah berkontribusi terhadap kehadiran kita hari ini," katanya.

Selain itu, Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa melupakan sejarah dapat membuat bangsa terjebak dalam kesalahan yang sama.

"Ini saya tidak mengatakan ini sebagai sesuatu kata-kata indah. Karena itu, saya selalu mengajak, apa pun perbedaan kita, karena kita pasti berbeda, kita berbeda suku, kita berbeda ras, kita berbeda agama, kita berbeda aliran pemikiran politik. Tapi kita adalah satu keluarga besar, Indonesia," ungkapnya.

Berita ini sudah tayang di detikNews, baca berita selengkapnya di sini!




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads