Festival Balon Udara di Ponorogo Jadi Solusi Tekan Balon Liar, Warga Antusias

Festival Balon Udara di Ponorogo Jadi Solusi Tekan Balon Liar, Warga Antusias

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 29 Mar 2026 12:00 WIB
Balon udara Ponorogo
Festival Balon Udara Ponorogo 2026 (Foto: Charolin Pebrianti/ detikjatim)
Ponorogo -

Festival balon udara di Kabupaten Ponorogo menjadi solusi untuk menyalurkan hobi masyarakat sekaligus menekan tradisi penerbangan balon liar yang berbahaya. Kegiatan ini pun mendapat antusias tinggi dari warga.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, festival tersebut sengaja digelar sebagai wadah resmi bagi masyarakat yang memiliki hobi menerbangkan balon udara.

"Jadi festival ini bertujuan untuk menyiapkan wadah bagi seluruh masyarakat Ponorogo yang punya hobi menerbangkan balon tanpa awak. Kita fasilitasi di sini agar lebih aman dan terarah," kata Andin, Minggu (29/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, ke depan kegiatan ini akan dikembangkan dengan skala yang lebih besar. Jika pada 2026 digelar selama satu hari, maka pada 2027 direncanakan berlangsung selama dua hari.

ADVERTISEMENT

"Tahun 2026 ini kita laksanakan satu hari, nanti 2027 rencananya dua hari. Kami koordinasi dengan pemkab dan dinas, satu hari untuk lokal dan satu hari untuk nasional," jelasnya.

Dalam festival ini, penerbangan balon diatur dengan sejumlah parameter penilaian. Selain itu, balon wajib diikat menggunakan tali guna menjamin keselamatan.

"Balon diterbangkan dengan diikat, jadi bisa kita kontrol dan diturunkan. Berbeda dengan yang ilegal, biasanya diterbangkan pakai petasan, bahkan ada yang jatuh di sutet atau rumah warga," tegasnya.

Tercatat, ada 44 peserta yang mengikuti festival tersebut, terdiri dari 24 peserta lokal Ponorogo dan 20 peserta undangan dari Wonosobo, daerah yang dikenal dengan tradisi festival balon udara.

"Ada 44 peserta, 24 dari lokal dan 20 undangan dari Wonosobo. Harapannya ini bisa jadi getok tular, sehingga tahun depan masyarakat Ponorogo bisa seperti di Wonosobo," imbuhnya.

Menurut Andin, hasil evaluasi sementara menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap balon liar sejak festival ini digelar.

"Dalam seminggu ini ada penurunan balon liar sampai 80 persen. Sisanya kami harapkan yang masih menerbangkan ilegal bisa ikut festival tahun depan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengaku bangga dengan terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu mengubah tradisi yang sebelumnya berisiko menjadi lebih aman dan indah.

"Bangga, karena ini menyalurkan hobi yang biasanya menerbangkan balon pakai mercon. Sekarang kita kumpulkan jadi satu dan hasilnya indah, dari ujung ke ujung ramai," kata Lisdyarita.

Ia menegaskan, festival ini akan terus diagendakan setiap tahun sebagai upaya mengurangi balon udara liar di Ponorogo.

"Setiap tahun akan kami agendakan. Ini sebagai wadah agar balon udara lebih tertata dan aman," tambahnya.

Salah satu penonton, Enny Aprillia, mengaku antusias menyaksikan festival balon udara tersebut. Ia bahkan menyebut ini sebagai pengalaman pertamanya.

"Pertama kali lihat Festival Balon, senang dan excited banget," ungkapnya.

Di balik kemeriahan festival, terdapat tujuan besar yang ingin dicapai. Selama ini, tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak di Ponorogo kerap disertai petasan atau mercon. Hal tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi mengganggu penerbangan, merusak jaringan listrik, hingga memicu kebakaran.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads