Kawasan pemakaman Eropa di Jalan Krembangan Makam Surabaya sudah tinggal kenangan sejak 1847. Setelah berpindah ke Peneleh, kawasan tersebut berubah fungsi menjadi tower atau menara air PDAM.
Jejak makam yang pernah ada hanya ditinggalkan lewat nama 'Jalan Krembangan Makam'. Sebab tidak ditemui satu pun makam atau peninggalan lainnya di kawasan tersebut saat detikJatim berkunjung.
Kini, area tersebut telah sepenuhnya beralih fungsi menjadi kawasan operasional. Aktivitas sehari-hari didominasi para pekerja PDAM yang menjalankan tugasnya masing-masing. Karena itu jika melintas sekilas, tak ada tanda yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut pernah menjadi tempat peristirahatan terakhir pada masa lampau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerhati sejarah, Kuncarsono Prasetyo mengatakan hal serupa, bahwa memang makam Krembangan sudah dipindahkan beserta seluruh peninggalannya sejak lebih dari satu abad lalu.
"Itu kan ceritanya makam (Krembangan) itu ditutup dan dipindah di Peneleh tahun 1847. Jadi jenazahnya dipindah, kemudian struktur-struktur (bangunan)nya, ya pagar, dan lain-lain dipindah. Di tiap makam kan ada kayak patung-patung. Itu dipindah semuanya di Peneleh," jelas Kuncar saat dihubungi detikJatim, Rabu (8/4/2026).
Saat malam tiba, 'kenangan' makam Krembangan baru bisa ditemui. Salah satu petugas keamanan bercerita bahwa makhluk halus berupa Noni Belanda sering menjumpai para petugas yang bekerja di malam hari.
"Pakai topi putih gini (memperagakan bentuk topi berbentuk bundar), baju putih gaun kayak Noni Belanda gitu. Kan dulu sini makamnya. Katanya mitos ya (penampakan) itu? Tapi sungguhan ada," cerita petugas keamanan tersebut.
"Ada teman-teman (pekerja) nemoni (melihat penampakannya). Kalau saya cuma lewat mimpi aja. Nggak satpam tok, yang megang pompa yang ngawasi pompa-pompa itu juga ditemoni," imbuhnya.
Baca juga: Rekomendasi Destinasi di Peneleh Surabaya |
Biasanya penampakan yang disertai wewangian kembang itu berlangsung setiap Kamis malam menjelang Jumat. Jika hari biasa, tak mesti kapan Noni Belanda tersebut bisa ditemui.
Selain makhluk tak kasat mata, petugas keamanan tersebut juga bercerita bahwa sempat ditemukan sejumlah barang milik jenazah yang pernah dimakamkan di sana saat proses pembuatan tandon bawah tanah PDAM.
"Dulu itu pernah nemu helm gitu pas gali-gali. Tapi begitu nemu langsung ditanam lagi, nemu tulang-tulang gitu juga. Kalau tulang dikumpulkan gitu terus dipindah ke Peneleh," urainya.
Tower PDAM Krembangan diketahui sudah dibangun sejak era 1970-an ke atas. Bentuk menara air yang unik bak UFO ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. Namun banyaknya pelanggan membuat permintaan semakin meningkat sehingga dibuatlah pompa air bawah tanah dan tandon 'UFO' itu tidak lagi digunakan.
(auh/hil)