Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 17:30 WIB
Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek
Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Trenggalek -

Masyarakat dan para petani di Trenggalek menggelar upacara adat larung kepala kerbau di Dam Bagong. Tradisi digelar untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang telah membangun dam.

Rangkaian tradisi digelar selama dua hari berturut-turut, diawali dengan kirab kerbau bule mengelilingi Kelurahan Ngantru hinggga singgah di pendapa kabupaten. Malam harinya dilanjutkan dengan jamasan dan penyembelihan kerbau, serta pagelaran wayang kulit murwakala Bersih Dam Bagong

Pada Jumat pagi, upacara adat di Dam Bagong, dilanjutkan dengan upacara puncak larung kepala kerbau. Potongan kepala kerbau, kulit dan aneka tulang kerbau dibawa ke Dam Bagong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong TrenggalekTradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang memimpin langsung upacara terlebih dahulu melemparkan beberapa potongan kaki kerbau ke Dam Bagong dan diikuti larungan beberapa bagian kerbau lainnya. Puncaknya potonya kepala kerbau dilemparkan dari tengah dam ke dalam gerojokan.

ADVERTISEMENT

Momen inilah yang paling ditunggu masyarakat. Sejumlah pemuda yang bersiap di bawah aliran dam langsung menceburkan diri dan memburu kepala kerbau tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama, salah seorang warga Zidan mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi rebutan kepala kerbau.

"Agak susah, ini baru pertama kali. Tadi itu tempatnya lumayan dalam," kata Zidan, Jumat (8/5/2026).

Potongan kepala kerbau dan beberapa bagian yang lain rencananya akan dibagi kepada rekan-rekannya satu tim dan akan dimasak.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Ki Ageng Menak Sopal yang telah menginisiasi pembangunan Dam Bagong, sehingga manfaatnya dapat dinikmati untuk pertanian di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan.

Pihaknya berharap keberadaan Dam Bagong akan tetap lestari dan memberikan kehidupan bagi pertanian di Trenggalek.

"Para petani yang pengairannya teraliri dari Dam Bagong ini bisa diberikan kelancaran, rezekinya lumintu, airnya ada terus," kata M Nur Arifin.

Selain menjadi agenda adat, larung kepala kerbau juga menjadi destinasi wisata budaya di Trenggalek.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads