Yoni Tanpa Lingga Purbakala Ditemukan Warga Pendem Kota Batu

Yoni Tanpa Lingga Purbakala Ditemukan Warga Pendem Kota Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 12:30 WIB
Penemuan Yoni peninggalan masa Hindu di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Penemuan Yoni peninggalan masa Hindu di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu. (Foto: M. Bagus Ibrahim/ detikjatim)
Batu -

Sebuah benda purbakala yang diduga kuat merupakan Yoni ditemukan di kawasan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Artefak peninggalan Hindu ini ditemukan di lahan bekas persawahan yang kini diratakan menjadi lapangan.

Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu, Noerad Adikarsa Poernomo menjelaskan bahwa keberadaan batu itu sebenarnya sudah diketahui sejak lama oleh warga sekitar. Namun, banyak warga yang semula mengira benda tersebut hanyalah batu lumpang biasa.

"Sebenarnya bukan nemu baru, sudah ada dari dulu. Cuma mungkin masyarakat kurang paham, dikira batu lumpang biasa (jadi dibiarkan saja)," ujar Noerad saat dihubungi detikJatim pada Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benda tersebut mulai terlihat jelas setelah pihak Majelis Maulid Wa Ta'lim Riyadlul Jannah membeli dan diratakan menjadi lapangan untuk keperluan pengajian. Beberapa ukiran yang semula tertutup tanah akhirnya terlihat saat proses perataan dilakukan.

Melihat ada kemungkinan benda itu merupakan artefak sejarah, warga melapor ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Dinas Pariwisata Kota Batu. Sehari setelah mendapat laporan, tim Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi pada Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dari hasil identifikasi, benda yang memiliki ukuran sekitar 50×50 cm itu adalah Yoni peninggalan Hindu. Sayangnya, kondisi artefak ini sudah tidak utuh lagi karena bagian cerat atau lubang pancuran airnya ditemukan dalam kondisi rusak atau terpotong.

Selain itu, Yoni ini ditemukan tanpa pasangannya, yaitu Lingga. Dalam kepercayaan Hindu, Lingga dan Yoni adalah simbol pemujaan Dewa Siwa dan Dewi Parwati.

"Harusnya ditemukan bergandengan, tapi ini Lingganya nggak ada. Kemungkinan sudah hilang karena Lingga ukurannya lebih kecil dan mudah diambil, beda dengan Yoni yang berat dan besar," jelas Noerad.

Pihak Dinas Pariwisata Kota Batu bergerak cepat menanggapi laporan temuan ini. Setelah melakukan verifikasi lapangan, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan temuan tersebut ke tingkat nasional.

"Tahap pertama akan kami daftarkan sebagai ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) di registrasi nasional," tandas Noerad.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads