Arti Kedutan hingga Jantung Berdebar Menurut Primbon Jawa

Arti Kedutan hingga Jantung Berdebar Menurut Primbon Jawa

Jihan Navira - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 17:00 WIB
A multi-colored pattern of blue smoke of a mystical shape in the form of a face and a ghosts head or a strange creature on a black isolated background. Abstract pattern in of waves and steam
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Aleksandr Kondratov)
Surabaya -

Sejak dulu, masyarakat Jawa mengenal berbagai tafsir atau firasat yang dipercaya muncul dari tanda-tanda tubuh. Mulai dari jantung yang tiba-tiba berdebar hingga bagian tubuh yang berkedut, semuanya sering dikaitkan dengan pertanda tertentu.

Meski belum terbukti secara ilmiah, kepercayaan ini masih banyak dikenal dan dipercaya sebagai bagian dari tradisi turun temurun. Lantas apa saja arti firasat dari jantung berdebar dan kedutan menurut primbon Jawa?

Firasat dari Dalam Diri, Benarkah Jadi Pertanda?

Tubuh yang kerap dipercaya memberikan isyarat tentang sesuatu yang akan terjadi seperti detak jantung yang tiba-tiba berdebar tanpa sebab maupun kedutan di bagian tubuh tertentu seringkali dikaitkan dengan firasat datangnya kabar, rezeki, pertemuan,-kesulitan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari website resmi Primbon, berikut arti firasat jantung berdebar dan kedutan menurut kepercayaan masyarakat Jawa.

1. Firasat Hati yang Berdebar

Jantung berdebar mendadak dipercaya memiliki makna berbeda tergantung waktu kejadiannya. Jika terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00, hal itu diyakini sebagai pertanda akan bertemu saudara. Namun bila muncul antara pukul 07.00-08.00, konon seseorang akan mengalami kesedihan hingga menangis.

ADVERTISEMENT

Pada rentang pukul 08.00-09.00, debaran hati disebut-sebut menandakan seseorang sedang menjadi bahan pembicaraan (gunjingan) orang lain. Sementara jika terjadi pukul 09.00-10.00, dipercaya sebagai pertanda datangnya rezeki. Antara pukul 10.00-11.00, jantung berdebar dikaitkan dengan pertemuan bersama teman lama.

Jika berdebar menjelang siang, tepatnya pukul 11.00-12.00, dipercaya akan datang kabar baik. Sementara pukul 12.00-13.00 disebut sebagai tanda menerima undangan. Pada pukul 13.00-14.00, debaran hati dipercaya menandakan akan mendapat kejutan, sedangkan pukul 14.00-15.00 diartikan sebagai datangnya kebaikan.

Adapun pada sore hari pukul 15.00-16.00, hal itu dikaitkan dengan akan terjadinya perselisihan. Jika terjadi antara pukul 16.00-17.00, dipercaya sebagai tanda kesusahan akan datang.

Pada malam hari, maknanya juga berbeda. Debaran antara pukul 18.00-19.00 diyakini sebagai pertanda kabar baik. Pukul 19.00-20.00 dipercaya akan bertemu orang yang disayangi, sementara pukul 20.00-21.00 menandakan datangnya pertolongan.

Jika jantung berdebar pukul 21.00-23.00, konon seseorang akan bertemu orang yang dinanti atau diharapkan. Antara pukul 23.00-tengah malam dianggap pertanda rezeki. Setelah itu, pukul 00.00-01.00 dipercaya sebagai tanda bertemu teman lama, sedangkan pukul 01.00-02.00 menandakan akan mendapat undangan.

Debaran pada pukul 02.00-03.00 diyakini membawa kebahagiaan, namun pukul 03.00-04.00 justru dikaitkan dengan akan datangnya kesusahan. Jika terjadi pukul 04.00-05.00, dipercaya sebagai pertanda akan mendapat penghargaan, dan pukul 05.00-06.00 kembali dihubungkan dengan datangnya rezeki.

2. Firasat Kedutan

Selain jantung berdebar, kedutan pada tubuh juga kerap ditafsirkan memiliki arti tertentu.

Bila seluruh tubuh terasa berkedut, dipercaya seseorang akan menghadapi banyak urusan. Kedutan di kepala sebelah kiri disebut pertanda rezeki besar, sedangkan kepala sebelah kanan diyakini mendapat pujian banyak orang.

Jika kedutan terjadi di kening, konon menjadi tanda datangnya uang atau kebahagiaan. Kedutan pada alis kiri dipercaya sebagai pertanda bertemu orang tercinta, baik keluarga maupun orang terdekat lainnya. Sementara alis kanan sering dihubungkan dengan pertemuan bersama kekasih.

Kelopak mata kiri yang berkedut diyakini sebagai tanda bertemu orang-orang tua yang disayangi. Sebaliknya, kelopak mata kanan dipercaya menandakan tangisan akibat kejadian menyakitkan. Kedutan pada telinga kiri disebut sebagai tanda kesusahan, sedangkan telinga kanan justru diartikan akan mendapat uang tak terduga.

Jika pipi kanan berkedut, dipercaya akan mendapat pekerjaan yang menyenangkan, sedangkan pipi kiri dikaitkan dengan kesenangan dan pujian dari masyarakat. Kedutan pada siku kanan disebut sebagai pertanda akan merasakan jatuh cinta, sementara siku kiri diyakini akan bertemu saudara jauh.

Telapak tangan kanan yang berkedut sering dikaitkan dengan datangnya uang yang tak diduga dalam waktu dekat. Jika terjadi pada telapak tangan kiri, dipercaya membawa kesenangan.

Kedutan di kaki kanan diartikan sebagai tanda berpergian jauh, sedangkan kaki kiri menandakan kesusahan. Sementara itu, jika jari manis berkedut, masyarakat lama percaya hal tersebut menjadi pertanda akan ada seseorang yang mengajak bertunangan atau menikah.

Firasat seperti ini merupakan bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa yang diwariskan turun-temurun. Meski menarik untuk disimak, setiap orang bebas menyikapinya, baik mempercayainya sebagai pertanda maupun sekadar menganggapnya sebagai warisan tradisi dan hiburan semata.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads