Tradisi Buk-Buk Bumeh Bulen Sorah atau selamatan bumi digelar warga Kelurahan Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo pada Sabtu (20/6) malam. Ritual tahunan setiap tanggal 5 Bulan Suro itu ditandai arak-arakan gunungan hasil bumi dan tumpeng raksasa yang diperebutkan warga karena diyakini membawa berkah, keselamatan, dan rezeki.
Dalam tradisi itu warga mengarak gunungan berisi berbagai hasil bumi seperti gabah, sayur-mayur, hingga uang kertas. Selain itu, ada pula tumpeng raksasa yang dibawa dalam iring-iringan ritual sejauh kurang lebih 1,9 kilometer.
Arak-arakan dimulai dari kantor kecamatan menuju Padepokan Wali Songo Majelis Sholawat Nariyah. Tak hanya gunungan dan tumpeng, pawai juga dimeriahkan dengan musik tradisional khas Madura serta keikutsertaan anak-anak yatim piatu yang turut diarak dalam kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ritual Grebek Suro ini pun menjadi tontonan warga yang memadati sepanjang jalan yang dilalui rombongan arak-arakan. Acara ini digelar Padepokan Wali Songo Sholawat Nariyah sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur atas keberkahan bumi.
Pengasuh Padepokan Wali Songo Sholawat Nariyah, Ustad Ahmad Kusnadi mengatakan ritual selametan bumi ini digelar sebagai ikhtiar menjaga keselamatan bumi sekaligus memohon agar masyarakat dijauhkan dari bencana.
"Setiap tahun kami gelar ritual Grebek Suro yang tujuannya untuk menyelameti bumi yang kita injak, agar selamat dan terhindar dari balak bencana, serta diberi tambahan rezeki," ujarnya.
Menurutnya, bumi merupakan tempat kehidupan manusia, sehingga harus dijaga dan didoakan agar tetap membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh warga.
Warga setempat, Nurul Qomariyah (35), mengaku tradisi tahunan ini selalu dinantikan masyarakat. Selain menjadi hiburan gratis, kegiatan tersebut juga sarat makna sosial dan spiritual karena disertai santunan bagi anak yatim piatu.
"Setiap tahun pasti diadakan Grebek Suro. Pawai suroan ini menjadi tontonan gratis warga, ada juga santunan untuk anak yatim, dan arakan ritual ini dipercaya membawa berkah," kata Nurul.
Usai didoakan oleh tokoh agama dan pengasuh padepokan, gunungan hasil bumi dan tumpeng raksasa langsung menjadi rebutan warga. Kaum ibu, anak-anak, hingga para pria berdesakan mengambil isi gunungan yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan bagi keluarga.
Salah seorang warga, Alivia Madona Putri, mengaku senang bisa mendapatkan beberapa sayur mayur dari gunungan tersebut. Dan membawa pulang hasil rebutan itu untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.
"Alhamdulillah dapat beberapa sayur mayur. Nanti dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga, karena dipercaya membawa keberkahan dan keselamatan," ujarnya.
Setelah prosesi rebutan gunungan dan tumpeng raksasa selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan santunan bagi anak yatim piatu yang sebelumnya juga ikut dalam arak-arakan ritual suroan tersebut.
Tradisi Buk-Buk Bumeh Bulen Sorah ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Kota Probolinggo dalam merawat budaya, mempererat kebersamaan, sekaligus memanjatkan doa agar bumi senantiasa memberi kehidupan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala bencana.
(ihc/dpe)
