Nganjuk - Ratusan warga Nganjuk gelar kirab kupatan, arak gunungan ketupat ke masjid, doa bersama hingga berebut berkah dalam tradisi lebaran ketupat.
Potret Tradisi Kupatan di Nganjuk, Gunungan Ketupat Diarak hingga Diperebutkan
Ratusan warga Dusun Kepuhbener, Nganjuk, mengarak gunungan ketupat dalam tradisi kupatan yang digelar tujuh hari setelah Idul Fitri. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Gunungan ketupat berisi ratusan ketupat matang ditandu warga dalam kirab meriah menuju Masjid Al Huda. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Warga dari berbagai usia kompak mengenakan busana adat Jawa saat mengikuti kirab kupatan di Tanjunganom. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Ibu-ibu membawa sayur pelengkap ketupat dalam keranjang bambu, melengkapi arak-arakan tradisi kupatan. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Kirab gunungan ketupat menempuh perjalanan sekitar 350 meter sebelum tiba di Masjid Al Huda. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Doa bersama digelar warga setibanya di masjid, memohon berkah dari gunungan ketupat yang diarak. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Suasana riuh terjadi saat warga berebut ketupat dan janur dari gunungan untuk dibawa pulang. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Tradisi kupatan di Kepuhbener tak hanya ritual, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan warga. (Foto: Bakrie/detikJatim)