Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun

Foto Jatim

Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun

Raihan Mahendra Akbar - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 15:40 WIB

Surabaya - Industri tahu legendaris di Surabaya tetap bertahan di tengah lonjakan harga kedelai impor dan bahan baku. Produksi dijaga tanpa mengurangi kualitas.

Perajin tahu di Kota Surabaya
Kepulan asap kompor sudah mulai terlihat sejak pukul 03.00 WIB di Jalan Dinoyo Surabaya. Saat sebagian kota masih terlelap, tungku tua di UD Sumber Kencana sudah lebih dulu menyala.
Perajin tahu di Kota Surabaya
Aroma kedelai rebus menguar pelan dari pabrik tahu yang sudah berdiri sejak 1952 itu.
Perajin tahu di Kota Surabaya
Di Jalan Dinoyo Nomor 81-83 Surabaya, sebuah pabrik tahu legendaris masih bertahan dengan wajah lama di tempat semula.
Perajin tahu di Kota Surabaya
UD Sumber Kencana, sudah 74 tahun memasak dan memasok tahu untuk pedagang keliling serta pasar di Kota Surabaya dan sekitarnya.
Pabrik tahu legendaris di Surabaya
Pabrik ini pertama kali dirintis Go Loe Tjiauw pada 1952, nama itu masih terukir di dinding dalam pabrik. Setelahnya, usaha diteruskan oleh putranya, Go Sin Hwa. Namun 2014, pengelolaan kembali berpindah kepada istri Go Sin Hwa, yakni Riani (59) karena sang suami meninggal dunia.
Perajin tahu di Kota Surabaya
Dari tangan perempuan yang akrab disapa "Mami Tahu" itu, tungku-tungku tua tetap menyala hingga hari ini. Mesin yang digunakan di sana memang tampak sudah berusia.
Perajin tahu di Kota Surabaya
Alat-alatnya terbuat dari kayu dan masih setia bekerja tanpa kendala mengolah kurang lebih 100-200 kilogram kedelai setiap harinya.
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Potret Pabrik Tahu Legendaris di Surabaya Bertahan 74 Tahun
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads