Nganjuk - Tradisi Manten Tebu digelar Pabrik Gula (PG) Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Prosesi turun-temurun itu menjadi penanda musim buka giling tebu.
Foto Jatim
Prosesi Manten Tebu Meriah, Tandai Dimulainya Musim Giling PG Lestari Nganjuk
Sejak pagi, sepasang tebu pilihan diarak layaknya pengantin adat Jawa.
Tebu yang diberi nama Bagus Rosan Prakosa dan Roro Ayu Manis itu sebelumnya diambil dari lahan tebu di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.
Batang tebu diangkut menggunakan traktor dan truk menuju area emplacement, sebelum kemudian diarak berjalan kaki sejauh 300 meter, ke halaman pabrik.
Pantauan detikJatim, arak-arakan berlangsung meriah. Iringan rebana, jaranan, dan reog mengantar pasangan tebu menuju area pabrik.
Ratusan pekerja, petani tebu, dan warga sekitar turut menyaksikan prosesi yang menjadi simbol syukur atas datangnya musim giling sekaligus doa agar produksi berjalan lancar.
General Manager (GM) PG Lestari, Evan Muliawan mengatakan, tradisi manten tebu merupakan bentuk nguri-uri budaya leluhur. Menurutnya, ritual ini bukan sekadar seremoni, tetapi sarat makna doa keselamatan dan keberkahan bagi pabrik, petani, serta masyarakat sekitar.
Tradisi manten tebu ini, layaknya resepsi pengantin sungguhan. Ada prosesi temu manten, diserahterimakan ke yang punya hajat, diiringi kembang mayang dan gamelan.
Selain prosesi adat, PG Lestari juga memanfaatkan tradisi tersebut untuk melibatkan potensi seni lokal. Wayang kulit, ludruk, hingga selawatan akan menjadi bagian rangkaian kegiatan pembuka musim giling. Seluruh kesenian yang ditampilkan berasal dari pelaku seni lokal Kabupaten Nganjuk.