Kota Batu - Berawal dari tiga kambing etawa, Gus Embek di Kota Batu mengembangkan kefir kaya probiotik. Produk fermentasi itu kini menjadi andalan usahanya.
Foto Jatim
Menilik Perjuangan Gus Embek, Meracik Khasiat dari Susu Kambing Etawa
Peternak itu bernama Agus Sugeng Harianto (56) asal Jalan Aji Mustofa, Dusun Klerek, Torongrejo, Kota Batu. Pria yang akrab disapa Gus Embek ini mulai menekuni ternak kambing sejak tahun 2014 silam, tepat setelah memutuskan keluar dari kepengurusan di salah satu KUD yang ada di Kota Batu.
Bermodal awal hanya tiga ekor kambing etawa yang dibeli secara coba-coba, peternakan ini rupanya terus berkembang hingga sempat menyentuh populasi puluhan ekor dan memproduksi puluhan liter susu segar setiap harinya untuk dikirim hingga ke luar pulau seperti Bali dan Kalimantan.
Masa kejayaanya itu dia rasakan pada saat Pandemi COVID-19. Di mana pada saat itu susu kambing etawa sangat diminati oleh masyarakat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Komoditas susu etawa segar sejatinya sudah memiliki ceruk pasar yang kuat. Namun, Gus Embek memilih melangkah lebih jauh. Melalui pendampingan ilmiah dari akademisi, ia berhasil mengembangkan produk turunan bernilai tinggi berupa yoghurt, kosmetik, sabun cair hingga kefir etawa.
Dari beberapa produk turunan yang sudah dia buat, kefir etawa menjadi salah satu primadona yang banyak dicari konsumen. Bukan tanpa sebab, kefir etawa yang dia produksi ini laris manis karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.
Produk kefir etawa buatannya ini dia jual dengan harga Rp 50 ribu per liter Sedangkan untuk susu kambing etawa murni dibandrol dengan harga Rp 25 ribu per liter.