Delapan orang tumbang usai pesta miras di sebuah kedai yang ada di Kecamatan Patrang, Jember. Dari kedelapan orang itu, empat meninggal dan lainnya dirawat di rumah sakit.
Pemilik kedai, Dony Agus Priatno membenarkan pesta miras dilakukan di salah satu bangunan gazebo di kedainya. Namun miras yang diminum tidak dibeli dari kedainya.
"Kalau di sini kan menyajikan makanannya. Jadi mirasnya mereka bawa dari luar," kata Dony, Selasa (30/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menceritakan, pada Sabtu (27/12) sore datang sekitar empat orang ke kedainya sudah dalam kondisi mabuk. Mereka juga datang dengan membawa miras.
"Jadi posisi (datang) sudah teler anak-anak itu. Pertama yang datang itu ada empat orang," kenang Dony.
Kemudian, mereka bergabung dengan orang-orang yang sudah berada di sana. Akhirnya, ada sekitar delapan orang di tempat itu yang melakukan pesta miras.
Dony sendiri mengaku kenal dengan beberapa orang yang sedang pesta miras itu. Bahkan dia sempat mendekat dan ikut ngobrol-ngobrol.
"Setelah ngobrol sebentar terus balik (pulang) saya. Kalau istri saya tetap di kedai sampai sekitar jam 21.00 WIB malam," kata Dony.
Pria ini mengaku tidak tahu jenis miras apa yang diminum para pelaku pesta miras tersebut. Hanya saja dia sempat melihat minuman itu dioplos.
"Entah minuman itu dioplos dengan minuman berenergi atau apa saya tidak tahu," bebernya.
Dony juga mengaku tidak tahu perkembangan berikutnya seperti apa karena dia tidak di lokasi hingga pesta miras selesai.
"Yang jelas waktu saya tinggal pulang itu mereka masih sadar semua," pungkasnya.
(irb/hil)
