25 Pesilat Konvoi hingga Bikin Ricuh di Waru dan Aloha Sidoarjo Diringkus

25 Pesilat Konvoi hingga Bikin Ricuh di Waru dan Aloha Sidoarjo Diringkus

Suparno - detikJatim
Kamis, 15 Jan 2026 14:57 WIB
25 anak oknum pesilat di Sidoarjo yang konvoi bikin ricuh di Waru hingga Aloha Sidoarjo diamankan polisi. Mereka diminta meminta maaf ke ortu masing-masing.
25 anak oknum pesilat di Sidoarjo yang konvoi bikin ricuh di Waru hingga Aloha Sidoarjo diamankan polisi. Mereka diminta meminta maaf ke ortu masing-masing. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Puluhan orang diduga oknum perguruan silat diamankan polisi usai konvoi dan melakukan aksi ricuh di 2 lokasi berbeda di Sidoarjo. Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Waru dan kawasan Jalan Aloha, Kecamatan Gedangan pada Rabu (14/1) malam hingga Kamis (15/1/2026) dini hari.

Para oknum perguruan silat itu diamankan petugas kepolisian yang tengah melakukan patroli rutin. Sebagian pelaku yang diamankan di wilayah Waru dibawa ke Polsek Waru 19 anak, sementara yang tertangkap di sekitar Aloha diamankan ke Polsek Gedangan sebanyak 6 anak.

Kapolsek Waru, Kompol M. Amin mengatakan total ada 19 orang yang berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut 2 di antaranya masih di bawah umur dan berasal dari luar Sidoarjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 19 orang yang kita amankan, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka berasal dari berbagai daerah, ada dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan," kata Kompol M. Amin, Kamis (15/1/2026).

Kompol Amin menjelaskan peristiwa itu bermula dari rencana konvoi yang kemudian memicu emosi setelah terjadi cekcok di jalan.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya bukan tawuran yang direncanakan. Awalnya konvoi, lalu dihentikan oleh salah satu orang yang tidak diketahui identitasnya, terjadi adu mulut sehingga memicu emosi dan niat untuk membalas. Masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke Polresta Sidoarjo," jelasnya.

Mendapat laporan itu anggota Polresta Sidoarjo bersama Polsek Waru segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Dari hasil pemeriksaan, polisi hanya menemukan alat berupa potongan besi kecil dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Sebagai langkah pembinaan, para oknum perguruan silat tersebut tidak ditahan dan akan dipulangkan dengan sejumlah syarat.

"Kita lakukan pembinaan karena sebagian besar masih pelajar. Mereka dipulangkan dengan syarat orang tua harus menjemput langsung. Di sini mereka juga diminta meminta maaf kepada orang tuanya dengan sungkem, disaksikan oleh petugas, serta membuat janji tidak mengulangi perbuatan konvoi dan keributan di jalan," tegas Kompol Amin.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.

"Saya minta kepada para orang tua, kalau anak belum pulang lewat jam malam, jam 22.00, 23.00, atau bahkan tengah malam, mohon segera dicek dan diawasi. Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu orang tua dari oknum perguruan silat, Wati dari Gresik, mengaku kaget saat mengetahui anaknya diamankan polisi. Ia menyebut anaknya telah dilarang keluar malam, namun tetap membandel.

"Saya sudah larang sering. Sudah saya suruh pulang jam 11 malam, tapi nggak ada kabar. Jam 23.00 saya hubungi masih aktif, lalu saya tidur. Subuh jam 04.00 saya bangun anak belum pulang, saya WA sudah centang satu," ujar Wati.

Ia baru mengetahui anaknya diamankan polisi sekitar pukul 05.00 WIB dari teman anaknya.

"Temannya yang ngabarin kalau dibawa ke Polsek. Alasannya konvoi ke Driyorejo. Saya benar-benar berharap ini jadi yang terakhir, semoga anak saya bisa berubah dan lebih baik," tutupnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads