Babak Belur Istri di Blitar Dihajar Suami gegara Live TikTok

Round Up

Babak Belur Istri di Blitar Dihajar Suami gegara Live TikTok

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 08:30 WIB
one caucasian couple man and woman expressing domestic violence in studio silhouette   on white background
Foto: Dok. iStock
Blitar -

Seeorang suami di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar tega menhajar istrinya hingga babak belur. Kasus itu kini ditangani polisi setelah korban melapor.

Korban adalah EA (19) sedangkan pelaku adalah D (18). Keduanya diketahui berasal Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang ngekos di Jalan Mendut Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Rudi Kuswoyo mengatakan kasus terungkap setelah korban melapor melalui layanan call center. Petugas mendatangi lokasi setelah mendapat laporan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan melalui call center diterima petugas pada Minggu (1/2), sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya petugas mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari pasutri muda tersebut," terangnya saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (3/2/2026).

ADVERTISEMENT

Rudi menyebut korban mengaku dipukul oleh suaminya. Peristiwa pemukulan itu diduga diawali cekcok oleh korban dan pelaku. Mulanya, suami menegur korban untuk tidak melakukan siaran langsung (live) TikTok.

"Awalnya ditegur untuk tidak live TikTok, kemudian cekcok. Kemudian suami diduga menjambak rambut korban dan melarang korban keluar kos," katanya.

Di dalam kamar kos itu, korban diduga dianiaya oleh suaminya. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kiri, leher, pipi sebelah kiri, kaki sebelah kiri, dan mengalami luka benjol pada kepala belakang.

"Setelah meminta keterangan dari kedua belah pihak, korban juga kami minta untuk melakukan visum," imbuhnya.

Rudi menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu. Salah satunya dengan meminta keterangan ke pasutri muda tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam dan intensif. Untuk perkembangan penetapan tersangka akan kami sampaikan lebih lanjut, mohon waktu," tandasnya.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads