Aksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan seorang pria di Situbondo tidak berhenti pada penganiayaan terhadap istrinya yang tengah hamil dua bulan. Demi menutupi perbuatannya, pelaku diduga merekayasa cerita dan memanipulasi orang-orang terdekat, termasuk ayahnya sendiri, hingga ikut terseret dalam rangkaian tindakan brutal yang memicu kemarahan warga.
Peristiwa ini menyeret pria berinisial TA (25) atau Taufik, warga Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo. Korban utama adalah istrinya sendiri, SA (23) yang saat kejadian tengah mengandung dua bulan.
Usai menganiaya istrinya, pelaku sempat mencoba merekayasa kejadian. Ia mengarang cerita seolah-olah istrinya menjadi korban konflik dengan pihak lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada warga sekitar, pelaku mengaku bahwa dirinya bermasalah dengan orang lain yang kemudian berdampak pada istrinya. Namun, hasil pendalaman polisi memastikan kekerasan tersebut murni terjadi dalam lingkup rumah tangga.
Tidak berhenti pada aksi KDRT, Taufik justru kembali melakukan serangkaian tindakan kriminal saat melarikan diri.
"Setelah menganiaya istrinya, pelaku melarikan diri. Dalam pelariannya, ia sempat melakukan penganiayaan dengan korban mencapai lima orang," ungkap AKP Agung Hartawan.
Dalam pelariannya, pelaku menganiaya pemilik toko kelontong serta seorang pemuda di tempat rental play station tanpa alasan jelas.
Bahkan, kasus ini berkembang menjadi dugaan pencurian saat pelaku mengambil paksa sepeda motor milik Syafrudin di sebuah warung kopi.
"Pelaku kemudian menuju rumah beberapa kerabatnya dan akhirnya ke rumah orang tuanya," paparnya.
Libatkan Ayah, Warga Geram
Saat tiba di rumah orang tuanya, pelaku kembali memanipulasi cerita. Ia mengadu kepada ayahnya, Syam (59), bahwa sedang bermasalah dengan seseorang.
"Sehingga bapaknya itu membantu pelaku untuk mendampingi untuk mendatangi orang tersebut. Bapak anak itu akhirnya bersama-sama melakukan pengrusakan," bebernya.
Aksi bapak dan anak tersebut memancing kemarahan warga. Warga sekitar akhirnya mengepung lokasi untuk menghentikan mereka.
Bahkan, keduanya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan polisi.
"Akibat perbuatan pelaku ini, para korban kini tengah menjalani perawatan medis di RSUD Besuki dan RSUD dr. Abdoer Raheem Situbondo," tandas Agung Hartawan.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Situbondo.
"Usai menganiaya istrinya itu, pelaku sempat kebingungan," jelas Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, Senin (2/2/2026).
Dipicu Masalah Ekonomi
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi nekat pelaku dipicu tekanan ekonomi yang berujung pertengkaran rumah tangga.
"Dari hasil penyelidikan sementara, motifnya karena persoalan ekonomi. Sehingga membuat suami gelap mata dan nekat melakukan penganiayaan itu," ujarnya.
Peristiwa bermula saat pasangan suami istri tersebut terlibat cekcok di dalam rumah. Emosi yang memuncak membuat pelaku kehilangan kendali.
"Saat terjadi cekcok dengan istrinya, suami langsung mengambil pisau di dapur dan menganiaya istrinya tersebut," imbuh Agung.
Pelaku kemudian menyerang korban menggunakan pisau dapur dan melukai beberapa bagian tubuhnya, terutama di wajah.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Pelaku sudah kami amankan dan dalam pemeriksaan," tandasnya.
Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku dalam aksinya.
Di antaranya sebilah pisau dapur, parang, celurit, serta satu unit sepeda motor yang diduga hasil pengambilan paksa.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk kemungkinan penetapan pasal berlapis terhadap pelaku.
Simak Video "Menjelajah Safari Malam di Savana Bekol Situbondo yang Penuh Kejutan "
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/hil)