Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menepati janjinya untuk kooperatif memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan dugaan korupsi dana hibah Pokir DPRD Jatim tahun 2019.
Khofifah menyampaikan permintaan maafnya baru bisa memenuhi panggilan sebagai saksi dalam persidangan kasus dana hibah Pokir DPRD Jatim.
"Hari ini saya hadir sebagai saksi dalam persidangan ini, saya tadi mengawali dengan permintaan maaf, saya belum bisa memenuhi pemanggilan sebagai saksi (pekan lalu) karena bersamaan dengan paripurna DPRD Jatim. Di waktu yang sama Pak Wagub (Emil Dardak) melakukan rapat koordinasi di Jakarta, kemudian Pak Sekda ada tugas di luar sehingga kami harus berbagi tugas," kata Khofifah usai menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah mengaku telah blak-blakan menjelaskan semua mulai mekanisme dana hibah hingga tuduhan ke dirinya soal ijon atau fee yang disebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Mantan Ketua DPRD Jatim 2019-2024 Almarhum Kusnadi.
"Saya bersyukur saya punya kesempatan menjelaskan tentang pengakuan ya atau tuduhan (Kusnadi). Tuduhan dari almarhum bahwa dalam proses pengajuan dana hibah itu ada fee ada Ijon ke Gubernur 30 persen, Wagub 30 persen, Sekda 10 persen, OPD-OPD 3 sampai 5 persen. Kawan-kawan, OPD di Pemprov itu ada 64, kalau 64 itu dikali 3 saja berapa? Hampir 200, kan sudah rasanya tidak rasional. Belum lagi yang ke gubernur dan wagub sekda. Jadi apa yang dituduhkan dan banyak kawan-kawan yang juga ikut memuat saya ingin menyampaikan dan menegaskan bahwa itu tidak benar," bebernya.
"Bahwa itu tidak benar. Kawan-kawan bisa lihat secara prosentatif itu sudah di atas 300 persen. Berarti itu tidak benar dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar," tambahnya.
Khofifah berharap keterangan dirinya sebagai saksi bisa mencerahkan semua pihak dan aparat penegak hukum bisa mengambil keputusan terbaik.
"Insyaallah saya, Pak Wagub dan kawan-kawan Pemprov Jatim akan terus bekerja sangat keras untuk bisa memastikan bahwa Jawa Timur makin maju, Jawa Timur makin makmur dan Jawa Timur makin tumbuh. Jawa Timur," tandasnya.
(faa/abq)
