Brangkas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ponorogo dibobol maling, Sabtu (14/2). Kerugian ditaksir mencapai Rp 66 juta. Kasus itu juga telah dilaporkan ke polisi.
Petugas piket bersama Unit Ident dari Polsek Ponorogo kemudian mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 09.30 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Ponorogo AKP Catur Juli Hermawan mengatakan, kasus tersebut pertama kali diketahui pihak sekolah sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu pintu kelas dan ruang guru telah dirusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 06.00 WIB saksi datang dan mendapati pintu ruang kelas serta ruang guru dalam kondisi rusak dan ruangan berantakan," ujar Catur.
Petugas yang telah di lokansi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti juga diamankan setelah olah TKP.
"Berdasarkan hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan cara merusak pagar menggunakan senjata tajam. Setelah itu merusak handle pintu, masuk ke beberapa ruangan dan membobol brankas," jelasnya.
Beberapa ruangan yang menjadi sasaran pencurian yakni ruang kepala sekolah, ruang jurusan perhotelan, ruang jurusan pariwisata, ruang jurusan kecantikan, serta ruang konseling.
Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit brankas dalam kondisi rusak, satu dompet, dan satu tangga yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.
Selain itu, pelaku juga membawa kabur dua unit hard disk. Total kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 66 juta.
"Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku," pungkas Catur.
(ihc/abq)
