KRN, balita yang disiksa secara sadis oleh paman dan bibinya, kini tinggal bersama budhe dan buyutnya di Tambak Osowilangun, Surabaya. Ditemui detikJatim, sejumlah fakta baru yang membuat hati miris, diungkap Dandi, ayah kandung KRN.
Kepada detikJatim, Dandi menceritakan dirinya awalnya dipanggil polisi karena anaknya berada di Polrestabes Surabaya. Mendapat kabar tersebut, ia pun segera mendatangi Polrestabes Surabaya untuk menemui putri semata wayangnya itu.
"Pas di polres itu, kondisi anak saya itu udah gak kayak anak manusia. Udah banyak luka di wajahnya. Terutama matanya itu ada lebam gitu," kata Dandi kepada detikJatim di rumah neneknya, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dandi menambahkan, penyebab rambut depan anaknya habis hingga hampir botak tak hanya sering ditarik oleh paman dan bibinya, tetapi karena sering disulut rokok oleh pamannya yang bernama Ufa Fahrul Agusti (30) warga Lamongan. Ini terungkap usai melihat di kepala anaknya yang botak, ada beberapa luka bekas sulutan rokok.
"Ada sekitar tiga sampai lima luka bekas sulutan rokok, makanya rambutnya sampai habis itu," tambahnya.
Selain itu, dagu KRN juga terus mengucurkan darah dan hanya ditambal kapas oleh para pelaku. Beruntung, tetangga korban telah menyelamatkan KRN dari aksi kejam para pelaku.
"Untungnga diselamatkan tetangga kos. Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Islaha dan Ibu Istiqomah dan warga kos di Bangkingan semua. Karena kalau terlambat, anak saya bisa kehabisan darah karena itu darah terus menetes dari dagunya," pungkasnya.
Sebelumnya, Nestapa KRN, balita berusia 4 tahun yang menjadi korban penganiayaan oleh paman dan bibinya, yang bernama Ufa Fahrul Agusti (30) warga Lamongan dan Sellyna Adika Wahyuni (26) warga Surabaya sangat menyayat hati warga. Sejak usia 1 tahun, ia tak pernah lagi mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Kirana merupakan anak dari pasangan Dandi Pratama Putra (27) warga Gubeng Klingsingan, Surabaya dan Novita Hardiati (26) warga Petemon, Sawahan, Surabaya. Orang tua korban telah menikah pada tahun 2020.
"Saya menikah tahun 2020 pak dan punya anak satu. Namun sejak tahun 2023, saya sudah bercerai dengan istri saya," kata Dandi kepada detikJatim, Senin (16/2/2026) pukul 12.42 WIB melalui pesan WhatsApp.
(irb/hil)