Teka-teki Ibu dan Anak Tewas dengan Kulit Melepuh di Eks Aspol Jombang

Round Up

Teka-teki Ibu dan Anak Tewas dengan Kulit Melepuh di Eks Aspol Jombang

Auliyau Rohman - detikJatim
Kamis, 26 Feb 2026 08:47 WIB
Evakuasi mayat ibu dan anak di bekas bangunan aspol Desa Rejoagung, Ploso, Jombang
Evakuasi mayat ibu dan anak di bekas bangunan aspol Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Dua mayat perempuan ditemukan warga di bekas asrama Polri (Aspol) Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. Keduanya merupakan ibu dan anak yang masih berusia lima tahun.

Saat ditemukan, mayat berada di bagian kolam. Kedua mayat dalam keadaan tanpa busana dan sebagian kulitnya melepuh. Posisi kedua mayat miring sehingga saling berhadapan.

Ketua RT 3 Dusun Rejoagung, Zamroni menjelaskan, mayat perempuan dewasa dan anak ini ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi kedua mayat tanpa busana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini asrama Polri yang sudah lama tidak dipakai. Kondisi mayat agak melepuh dan kayak belang-belang merah. Tidak ada yang kenal, sepertinya bukan warga sini," jelasnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/2/2026).

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robi Alexander menjelaskan, secara kasat mata terdapat bagian kulit korban yang terbakar. Namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi dokter forensik.

ADVERTISEMENT

"Dari visual sekilas ada beberapa bagian kulit yang terbakar. Akan diperiksa dokter forensik," jelasnya.

Dugaan ibu dan anak ini dibakar, diperkuat dengan temuan barang bukti 2 botol bensin. Salah satu botol masih berisi penuh bensin, sedangkan botol satunya sudah kosong.

"Botol ini diduga berisi BBM, masih kami amankan sementara. Kami lakukan penyelidikan untuk mengetahui ini pembunuhan atau apa," terangnya.

Sedangkan beberapa warna hitam pada kedua mayat, menurut Dimas, diduga karena pembusukan. Sebab jasad ibu dan anak ini diperkirakan lebih dari 2 hari di kolam bekas aspol.

"Karena ada saksi yang menemukan motor korban sudah lebih dari 2 hari di TKP sini," tuturnya.

Untuk mengungkap identitas korban, polisi menelusuri kepemilikan sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO yang ditemukan di lokasi.

"Di TKP tadi kami temukan sepeda motor, setelah kami selidiki, kami dapat suami jenazah tersebut," terangnya kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026).

Mayat ibu dan anak diduga berinisial SY (36) dan NCQ (5), warga Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk. Menurut Dimas, 2 hari lalu, suami korban melaporkan hilangnya istri dan putrinya tersebut.

Sang suami juga menerangkan kalau istri dan putrinya meninggalkan rumah pagi hari mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam. Yaitu motor yang ditemukan di pintu masuk gedung bekas aspol, Dusun/Desa Rejoagung.

"Namun, secara ilmiah belum bisa kami dapatkan identitas. Dugaan kuat memang ini ibu dan anak, alamat Nganjuk," jelasnya.

Saat ini, jenazah ibu dan anak tersebut diidentifikasi di RSUD Jombang. Menurut Dimas, pihaknya masih berusaha mengungkap identitas kedua korban menggunakan Mambis. Sebab sidik jari kedua korban sudah rusak sehingga sulit terbaca.

"Sampai saat ini kami upayakan pembacaan sidik jari. Kalau tetap tidak terbaca, kami lakukan tes DNA atau data-data lain," ujarnya.

Saat ini, suami korban di kamar jenazah RSUD Jombang untuk membantu mengenali 2 mayat tersebut. Sedangkan autopsi menunggu tim dokter forensik.

Adik kandung SY, Marno Hidayat meyakini 2 mayat di bekas aspol ini merupakan kakak dan ponakannya. SY merupakan anak sulung dari 3 bersaudara asal Desa Jatiganggong, Perak, Jombang.

Menurutnya, SY menikah dengan Nur Yanto (38) sampai mempunyai 2 anak. Salah satunya NCQ (5) yang juga ditemukan tewas di bangunan bekas aspol. Sedangkan putra pertama mereka saat ini kelas 2 SMP.

Keluarga kecil ini tinggal di Dusun Balong Rejo, RT 34 RW 12, Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk. Yaitu kampung halaman Nur. Sehari-hari, SY menjadi buruh tani.

"Keyakinan dari motor yang ditemukan di lokasi, pelat nomornya dan ciri-ciri jenazah," ungkapnya di RSUD Jombang.

Marno membenarkan kalau kakak dan ponakannya meninggalkan rumah sejak Selasa (24/2) subuh. Kemarin pula ia membantu kakak iparnya melakukan pencarian keliling Nganjuk.

"Baru tadi siang suaminya melaporkan kehilangan karena menunggu 24 jam," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Peran 4 Tersangka Kasus Pertanian Ganja di Jombang"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads