Miris Nyawa Balita Sidoarjo Melayang di Tangan Ayah Kandung

Round Up

Miris Nyawa Balita Sidoarjo Melayang di Tangan Ayah Kandung

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 08 Mar 2026 09:18 WIB
Ayah hajar anak kandung Sidoarjo hingga tewas
Ayah yang hajar anak hingga tewas/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Suasana duka menyelimuti warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Tragisnya, korban diduga tewas setelah dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri.

Balita berinisial R (3) itu diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayahnya, Ahmad Reza Yudiansyah (26). Pelaku yang merupakan warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, kini telah diamankan polisi.

Peristiwa ini terungkap pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, pelaku meminta bantuan kepala dusun setempat untuk mengantarkan anaknya ke bidan desa karena mengalami kejang-kejang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, setelah sampai di bidan desa, korban disarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit karena kondisinya cukup parah.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian dibawa ke RSUD Sidoarjo Barat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun setibanya di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Jenazah korban lalu dibawa pulang ke rumah mertua pelaku. Saat itu, pelaku sempat melarang warga sekitar untuk melihat kondisi jenazah korban sehingga menimbulkan kecurigaan.

Kecurigaan warga kemudian dilaporkan ke polisi. Petugas Polsek Balongbendo yang datang ke lokasi menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban.

"Saat kami cek, terdapat beberapa luka memar pada tubuh korban, seperti di bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha," ujar Sugeng.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan tangan kosong. Penganiayaan tersebut diduga terjadi sehari sebelum korban meninggal dunia.

Saat ini polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo untuk mengusut kasus tersebut.

Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke RS Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.

"Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga menunggu hasil visum untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Sugeng.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads