Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polisi Jamin Bakal Usut Tuntas

Kabar Nasional

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polisi Jamin Bakal Usut Tuntas

Tim BeritaKlik - detikJatim
Sabtu, 14 Mar 2026 01:38 WIB
Tangkapan layar CCTV diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS di Jakarta Pusat, yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Tangkapan layar CCTV diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS di Jakarta Pusat. (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya -

Peristiwa mengerikan menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

Aksi penyiraman air keras tersebut terekam dalam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Tampak sejumlah pelaku penyiraman air keras tersebut berboncengan motor sebelum peristiwa memilukan itu menimpa Yunus.

Detik-detik Mencekam di Salemba

Dalam rekaman CCTV yang beredar, kedua orang pria diduga pelaku berboncengan motor melintas di Jalan Salemba I, Senen. Keduanya kemudian memutar balik kendaraan hingga berpapasan dengan Andrie yang saat itu tengah mengendarai sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban. Seketika, Andrie menjatuhkan motornya dan berteriak histeris menahan perih yang luar biasa.

"Aah... aah... aah.... panas... panas... panas. Air keras... air keras. Ya Allah tolong, air keras... air keras... air keras," teriak korban sebagaimana terekam dalam CCTV.

ADVERTISEMENT

Andrie yang panik berusaha membuka pakaiannya. Dalam rekaman itu terlihat baju korban koyak dan kulit tubuhnya melepuh akibat reaksi kimia cairan itu. Warga yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan memberikan pertolongan.

"LBH ya? LBH?" tanya seorang warga memastikan identitas korban.

"KontraS," jawab Andrie singkat di tengah rasa sakitnya.

Luka Bakar 24 Persen

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru saja selesai mengisi acara podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) yang membahas isu sensitif.

"Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," terang Dimas.

Pihak KontraS menduga kuat serangan ini berkaitan dengan aktivitas advokasi yang dilakukan korban.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," tegas Dimas.

Polisi Jamin Usut Tuntas

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam konferensi pers di Mabes Polri, menyatakan bahwa kasus ini telah mendapatkan perhatian serius dari pimpinan tertinggi Polri.

"Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Irjen Isir.

Isir merinci bahwa korban menderita luka bakar di beberapa titik vital, mulai dari wajah, dada, hingga tangan.

Dia juga memastikan bahwa saat ini tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri tengah bergerak melakukan penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation).

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut agar pelaku dapat segera teridentifikasi," tambahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto yang akrab disapa Buher juga memastikan bahwa pihaknya akan bekerja profesional untuk mengungkap motif di balik aksi keji ini.

"Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM, dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut," kata Buher.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi yang merupakan pihak pertama yang menolong korban di lokasi kejadian.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads