Dikeroyok Saat Ricuh Dishub Vs Jukir, Pria Surabaya Ini Lapor Polisi

Dikeroyok Saat Ricuh Dishub Vs Jukir, Pria Surabaya Ini Lapor Polisi

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 08 Apr 2026 21:30 WIB
Purnama didampingi rekannya saat berada di RS Bhayangkara Surabaya
Purnama didampingi rekannya saat berada di RS Bhayangkara Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Kasus kericuhan antara petugas Dishub Surabaya dengan juru parkir (jukir) saat sosialisasi parkir digital berbuntut panjang. Kasus itu kini dilaporkan ke polisi.

Sebab dalam kericuhan itu, seorang pria bernama Purnomo mengaku jadi korban pengeroyokan dan mengalami luka-luka, Ia mengalami luka setelah dikeroyok dan dilempar batu saat mendukung sosialisasi parkir digital.

Akibat insiden itu, ia mengalami luka robek bagian kepala belakang sebelah kiri dan bengkak. Setelah kejadin itu, ia mengaku telah melapor ke Polrestabes Surabaya lalu melapor ke Polrestabes Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah (melaporkan secara resmi ke Polrestabes Surabaya), ini tinggal menunggu hasil visum," kata Purnama, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Purnama menuturkan kasus pengeroyokan dirinya bermula ketika ia memperoleh kabar dari anggotanya akan ada sosialisasi terkait parkir digital di Jalan Manyar Kertoarjo V Surabaya yang dilakukan Dishub Kota Surabaya bersama kepolisian.

Dari situ, ia memperoleh ada penolakan dari kelompok massa juru parkir. Karena hal ini, ia langsung mendatangi lokasi untuk memberikan dukungan kepada kepolisian Dishub Surabaya.

"Kami sebagai perwakilan warga ada di belakangnya Dishub dan kepolisian. Saya datang ke lokasi bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada Dishub dan kepolisian untuk tetap lanjut saja sosialisasi," ujarnya.

Ketika berpamitan dengan Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana, ia kembali ke mobil. Namun, ia mendengar ada teriakan umpatan dari para jukir yang ada di lokasi.

"Sesuai video terlampir, saya sempat konfirmasi kalimat mereka maksudnya apa. Mereka mengumpat dengan kata-kata kasar yang saya konfrontir di lokasi," imbuhnya.

Purnama mengaku emosi. Namun, diredam petugas di lokasi dan digiring kembali ke mobil. Saat kembali ke mobil itu lah, massa dari jukir tersebut mendorongnya dan melemparinya dengan batu. Akibatnya, Purnama mengalami luka-luka.

"Kena kepala bagian belakang kiri. Sempat berdarah dan bengkak posisinya. Luka terbuka, terlihat bekas lemparan batu. Yang saya laporkan kelompok yang ada di lokasi tadi secara personal saya tidak mengetahui karena pelemparan terjadi di belakang saya, saya tidak bisa menunjuk nama dan menunjuk orang," tuturnya.

Purnama berharap kasus itu dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan tak berniat melakukan pembalasan. "Tapi saya tidak mentolerir urusan kekerasan. Tidak ada pembalasan. Saya serahkan proses hukum semua," tutupnya.

Sebelumnya, sosialisasi parkir digital yang digelar Dishub Surabaya diwarnai kericuhan di Mayar Kertoarjo. Akibatnya, petugas Dishub dan para juru parkir (jukir) sempat bersitegang di kawasan tersebut.

Kericuhan berawal saat petugas gabungan dari Dishub dan polisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jalan Manyar Kertoarjo sejak pagi hingga siang. Di sana, petugas melakukan sosialisasi terhadap jukir agar mengurus aktivasi rekening untuk program parkir digital.

Namun, upaya itu tidak berjalan mulus karena sejumlah jukir menolak dengan alasan sistem bagi hasil 60 persen untuk pemkot dan 40 persen untuk jukir tak adil. Alhasil, saling kejar dan dorong petugas dan jukir pun tak terhindarkan.




(prf/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads