Suasana duka masih menyelimuti kediaman eks dosen UIN Maliki Malang, Imam Muslimin alias Yai Mim. Tak terkecuali Rosyida Vignesvari alias Ines, sang istri Yai Mim.
Meski tampak masih bersedih, Ines tampak masih berusaha tegar setelah ditinggal suaminya. Ines lantas mengungkapkan kenangan dengan almarhum selama mendampinginya.
Ines menyebut Yai Mim sosok yang penyayang sesama bahkan dengan binatang. Tak hanya itu, Yai Mim juga banyak memberikan perlindungan dan pesan spiritual baginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ines tak menyangka pada Kamis (9/4/2026) saat membesuk Yai Mim di rutan Polresta Malang Kota menjandi hari terkahirnya dengan sang suami. Pada waktu-waktu terakhir itu, Yai Mim sering melamun dengan pandangan kosong.
Meski demikian, lanjut Ines, Yai Mim mengaku senang karena laporan tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan tetangganya akhirnya diproses oleh polisi. Karena hal itu lah Yai Mim kemudian hendak dipanggil untuk diminta keterangan sebagai pelapor.
Namun nasib berakata lain, saat hendak diperiksa itu lah, Yai Mim tiba-tiba kolaps. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa Yai Mim tak tertolong.
"Tidak ada tanda tanda, saya masih tidak menyangka abi (Yai Mim) meninggal secepat ini. Beliau sebelumnya senang laporannya diproses," kata Ines ditemui di kediamannya, Kamis (16/4/2026).
Sebelum meninggal, Ines juga menyebut Yai Mim berulang-ulang mengutarakan kerelaannya menghadapi apa pun asalkan dirinya terlindungi. Terutama tekanan dan perundungan pihak luar yang selama ini menghantam keluarga mereka.
"Terakhir ketemu Kamis sebelum beliau wafat, beliau bilang kalau aku rela diapain aja, asal ojok kamu nduk. Akeh seng bully awakmu. Itu diulang-ulang terus oleh beliau," kata Ines.
Bagi Ines, ungkapan suaminya itu dirasakan sebagai bentuk perlindungan terakhir almarhum bagi mentalnya dibandingkan nasibnya sendiri.
Yai Mim juga meninggalkan pesan agar Ines teguh dalam menjalankan amal ibadah di tengah ujian yang melanda. Ines diminta untuk tidak berhenti mengucap syukur dan memperbanyak sedekah.
Pesan ini disampaikan Yai Mim sebagai pengingat bahwa di balik segala cobaan, banyak keinginan keluarga yang sebelumnya telah dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.
"Pesan terakhir, saya disuruh zikir Alhamdulillah yang banyak karena kata beliau semua keinginan dan permintaan saya sudah banyak dikabulkan sama yang Maha Kuasa," kata Ines.
"Saya juga disuruh banyak beramal, disuruh sering-sering ke makam anak perempuan dan laki-lakinya sambil membawa bunga," sambungnya.
Selain itu, salah satu pesan Yai Mim yakni agar menunjuk Tri Sandhi Wibisono sebagai kuasa hukumnya. Ines bersyukur karena pesannya itu sudah dijalankan.
"Itu permintaan beliau ingin menggunakan Pak Sandhi. Beruntungnya saya sudah bisa mewujudkan, saya sampaikan ke Pak Sandhi keinginan abi," pungkasnya.
(dpe/abq)