Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial AF terduga pelaku penganiayaan terhadap warga Banyuwangi akhirnya balik ke Indonesia. Kuasa hukumnya menyatakan, kliennya bukan kabur melainkan mengurus visa tinggal karena izinnya sudah habis.
"Sudah tiba di tanah air tanggal 11, karena saat itu keluar untuk urus visa baru karena izin tinggalnya sudah habis," kata Eko Sutrisno, Kuasa Hukum AF kepada detikJatim, Kamis (16/4/2026).
AF didampingi Sutrisno di hari yang sama mendatangi Polresta Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan. AF yang merupakan direktur di salah satu restoran mewah di objek wisata pantai marina Boom itu diperiksa secara maraton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, sudah jalani pemeriksaan dari sore ini sudah selesai, tunggu ya," jelas Eko sembari berlalu.
Saat ditanya terkait berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. Eko mengaku lupa dan meminta waktu untuk memberikan penjelasan secara rinci.
"Ada tadi berapa ya, lupa, nanti ya," ungkapnya.
AF diduga melakukan penganiayaan terhadap warga Banyuwangi karena merasa terganggu atas suara sound sistem pada acara Gebyar Lebaran di pintu masuk marina boom pada Minggu 29 Maret 2026.
Dugaan penganiayaan terhadap SHN (56), warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi terjadi saat korban tengah mempersiapkan festival Idul Fitri bertajuk "Gebyar Lebaran" di Kelurahan Mandar.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di bagian hidung serta mengeluhkan nyeri pada tulang hidung. Selain itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru. Saat mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.
"Saya dipukul ini hidung saya dan pipi kanan sampai saya terjatuh ini terkilir saya," jelas SHN kepada detikjatim, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa tersebut bermula pada Minggu pagi, saat korban tengah melakukan cek sound untuk perlengkapan acara yang disewa warga Kampung Mandar. Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.
"Tadi pagi itu, saat saya ada di pos tahu-tahu dia datang dan alat-alat saya itu dimatikan semua, mesin-mesin sound saya itu ada yang dicabut juga," tegas SHN.
(abq/dpe)